Advertorial

Hari Perhubungan Nasional, Pemkab Klaten Raih Piala WTN 2024

Kompas.com - 09/09/2024, 15:51 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2024 dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Hub Space 2024 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/9/2024).

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono.

Sebagai bentuk apresiasi dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2024, penghargaan WTN diberikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang memperoleh indikator paling baik dalam penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi.

Tahun ini, terdapat dua kategori penghargaan yang diberikan Kemenhub, yakni Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) bagi pemerintah kabupaten/kota dan Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Wiratama bagi pemerintah provinsi (pemprov).

Adapun Pemkab Klaten menerima piala WTN untuk kategori Kota Sedang bersama 22 kota/kabupaten lain di Tanah Air.

“Kami melihat dedikasi Bapak Ibu sekalian berkaitan dengan daerah yang diberikan penghargaan Wahana Tata Nugraha. Tentunya, ini merupakan prestasi dari komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujar Budi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/9/2024).

Budi melanjutkan, penghargaan tersebut juga merupakan apresiasi atas upaya pemerintah daerah (pemda) dalam melakukan inovasi, perencanaan matang, serta komunikasi efektif dalam tata kelola transportasi.

“Sekali lagi, saya ucapkan selamat dan apresiasi. Kami melihat banyak daerah yang antusias melakukan pengembangan inovasi dan upaya-upaya memberikan pelayanan bagi masyarakat,” kata Budi.

Budi berharap, penghargaan WTN yang berhasil diraih dapat menjadi motivasi dan langkah awal dalam upaya peningkatan tata kelola transportasi berkelanjutan.

Pihaknya pun mengingatkan kepala daerah untuk melakukan perawatan jalan-jalan secara benar. Sistem transportasi berkelanjutan dan efektif adalah prioritas pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

“Hal itu sejalan dengan visi Indonesia Maju yang dicanangkan Presiden dan Wakil Presiden. Dalam visi itu, transportasi berperan sebagai tulang punggung dalam memperkuat stabilitas nasional, meningkatkan daya saing, dan mempercepat pembangunan daerah,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau