Kabar imigrasi

Dirjen Imigrasi: Kemudahan Urus Visa Jadi Alasan Tren Peningkatan Kunjungan WNA ke Bali

Kompas.com - 18/09/2024, 15:03 WIB

KOMPAS.com – Data perlintasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali periode Januari-Agustus 2023 dan Januari-Agustus 2024 menunjukkan kenaikan angka kedatangan warga negara asing (WNA) yang signifikan.

Pada Januari-Agustus 2023, tercatat sebanyak 3.641.896 orang WNA masuk ke Bali. Sementara di periode yang sama pada 2024, terjadi kenaikan angka kedatangan WNA di Bali sebesar 22,62 persen menjadi 4.465.685 orang. Artinya, terdapat tambahan 823.789 WNA yang tiba di bandara Bali.

Adapun jumlah WNA yang melintas keluar (keberangkatan) sebanyak 4.481.939 orang. Dengan demikian, total penumpang asing yang melintasi Bandara Ngurah Rai Bali selama Januari-Agustus 2024 mencapai 8.947.264 orang.

“Kalau dilihat trennya, ada peningkatan (kedatangan WNA) lebih dari 22,6 persen jika dibanding tahun lalu. Meskipun untuk masuk ke Indonesia, sebagian besar (WNA) harus punya visa,” jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Silmy Karim dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (18/9/2024).

Selain daya tarik Bali di mata internasional yang tinggi, Silmy mengatakan bahwa kemudahan pengajuan visa melalui platform online evisa.imigrasi.go.id juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tren peningkatan kedatangan WNA.

“Walaupun harus (ke Bali) pakai visa, karena disediakan online platform mereka bisa ajukan visa dan langsung membayar pakai kartu debit atau kredit. Kami buat mudah pengajuannya, seperti belanja di marketplace saja. Saya rasa seamless experience bagi WNA ini jadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh,” ucapnya.

Silmy melanjutkan, faktor lain yang turut mendorong peningkatan tren tersebut adalah kebijakan visa Indonesia yang memudahkan, yaitu spesifik sesuai dengan variasi aktivitas WNA di Indonesia.

Kenaikan angka kedatangan WNA tersebut pun mencerminkan peningkatan aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang pascapandemi Covid-19.

Maka dari itu, kata Silmy, tingginya angka perlintasan tersebut perlu didukung dengan peningkatan pelayanan berbasis digital yang berkelanjutan.

"Saya lihat ini tren yang positif. Progres kami semakin baik dan semoga tetap baik ke depan. Kami usahakan supaya yang masuk adalah pelintas berkualitas dan mereka bisa dapat experience terbaik di Indonesia," ujar Silmy.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau