Advertorial

Wali Kota Helldy Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Kebakaran TPSA Bagendung

Kompas.com - 18/09/2024, 20:52 WIB

KOMPAS.com - Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menyalurkan bantuan kepada ratusan warga yang terdampak kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kecamatan Cilegon, Rabu (18/9/2024).

Bantuan sembako yang diberikan berupa beras, air mineral botol, biskuit, sarden dan susu kaleng. Ia berharap, bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan dan meringankan beban korban akibat paparan asap.

“Jadi, kami juga ingin segera menyelesaikan (penyaluran bantuan) dan hari ini, kami telah mengumpulkan lebih kurang 300 warga untuk menerima sumbangan berupa beras, makanan, serta minuman," kata Helldy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (18/9/2024).

Helldy mengaku prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di TPSA Bagendung. Meski begitu, ia memastikan segala upaya terus dilakukan untuk memadamkan api.

Berdasarkan pantauan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, api sudah mengecil, meski masih terdapat bara. Asap yang mulai berkurang tidak menandakan api selesai dipadamkan.

“Insyaallah, dampak kebakaran tidak seperti kebakaran pada 2019. Kami masih menangani kebakaran dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh industri swasta yang telah membantu kami," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon Sabri Mahyudin menuturkan bahwa kebakaran di TPSA Bagendung kali ini berbeda dengan kejadian 2019. Saat itu, kebakaran bermula dari satu titik api yang kemudian menyebar ke seluruh bagian.

Sementara, kebakaran pada 2024 bermula dari empat titik api yang muncul secara bersamaan saat TPSA Bagendung terbakar. Hal ini menjadi perhatian Kepolisian Resor (Polres) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) yang turun ke lokasi untuk melihat sumber api.

Sabri menyebut, petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api. Saat ini, petugas tengah melakukan pendinginan di lokasi.

"Kami berusaha menghilangkan api sejak siang hingga malam dan akan mengkaji kronologi kebakaran,” ujar Sabri.

Sebagai informasi, kebakaran di TPSA Bagendung terjadi sejak Senin (16/9/2024). Saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Meski demikian, Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Cilegon bekerja sama dengan industri bahu-membahu berupaya memadamkan api. (Adv). 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau