Advertorial

Belanja Water Purifier di Ace Hardware, Raih Promo Spesial dari BRI

Kompas.com - 22/09/2024, 09:51 WIB

KOMPAS.com - Air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar utama bagi manusia karena sangat penting bagi kesehatan. Sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa disarankan mengonsumsi air minum sekitar 2-3 liter per hari atau sekitar 8-12 gelas.

Untuk mengonsumsi air minum, tidak sedikit orang memilih merebus air. Padahal, air rebusan tidak 100 persen aman diminum lantaran masih berpotensi terkontaminasi kuman, logam berat, dan zat kimia.

Pilihan lainnya adalah air minum dalam kemasan (AMDK), seperti air galon maupun botol plastik. Namun, tentu biaya yang dikeluarkan akan semakin besar jika sering membeli air kemasan.

Sebagai alternatif, di era teknologi canggih sekarang ini, Anda bisa mengonsumsi air minum yang sehat menggunakan water purifier atau pemurni air. Seperti namanya, water purifier atau pemurni air berfungsi menyaring kontaminan seperti kotoran, kuman, dan mikroorganisme berbahaya lain yang terkandung dalam air menggunakan filter atau penyaring.

Ada beberapa alasan mengapa water purifier sangat penting dan bermanfaat untuk jangka panjang. Berikut adalah ulasannya.

  1. Hemat biaya

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, sebanyak 40,64 persen rumah tangga di Indonesia menjadikan air kemasan atau air isi ulang sebagai sumber utama air minum

Jika dikalikan dengan harga air kemasan atau isi ulang, tentu biaya yang dikeluarkan sangat banyak bukan? Maka dari itu, water purifier adalah investasi yang tepat untuk menghemat biaya dalam jangka panjang.

Ketika Anda memiliki satu unit water purifier, Anda tidak perlu lagi untuk mengeluarkan biaya membeli air galon.

  1. Investasi untuk kesehatan

Meski dalam kemasan, air galon atau isi ulang mungkin mengandung partikel atau kontaminan yang tidak cocok dengan tubuh seseorang. Water purifier adalah solusi yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

Water purifier mampu melakukan penyaringan untuk menghilangkan berbagai kontaminan berbahaya dari air, seperti bakteri, virus, parasit, logam berat (seperti timbal dan merkuri), senyawa organik volatil (VOCs), bahan kimia berbahaya (seperti klorin), dan lain-lain. Dengan begitu, pemurni air ini membantu mencegah penyakit dan masalah kesehatan yang dapat disebabkan oleh kontaminan tersebut.

  1. Investasi untuk lingkungan

Ketika mengonsumsi air minum dalam botol ataupun galon, Anda sebenarnya masih ikut serta dalam menyumbangkan sampah plastik yang masuk ke lingkungan. Dengan water purifier, Anda dapat mengurangi kemasan sekali pakai atau berulang kali pakai yang berdampak bagi lingkungan.

  1. Menjaga kualitas air

Water purifier dirancang untuk memfilter kontaminan yang berbahaya, seperti bakteri, virus, logam berat, pestisida, zat kimia, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, alat ini dapat menghasilkan air bersih dan siap diminum.

Untuk memiliki water purifier tidaklah sulit karena saat ini sudah banyak tersedia di pasaran. Salah satunya adalah di Ace Hardware.

Menariknya lagi, Anda bisa mendapatkan alat tersebut dengan harga yang lebih hemat. Sebab, ada promo spesial dari BRI untuk pembelian produk KLAZ Angel, seperti water purifier dan paket filter di Ace Hardware.

Cukup transaksi menggunakan Debit BRI, Kartu Kredit maupun BRImo, Anda bisa mendapatkan diskon 15 hingga 20 persen, plus cicilan 0 persen dengan tenor 12 bulan khusus untuk Kartu Kredit BRI. Promo ini hanya berlaku untuk 1 kali transaksi dalam 1 hari.

Manfaatkan segera promo ini dengan transaksi menggunakan BRI di seluruh outlet ACE Hardware Indonesia selama periode 18-30 September 2024. Info lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.

Gunakan selalu Debit atau Kartu Kredit BRI maupun BRImo dalam setiap transaksi dan dapatkan kemudahan serta promo menarik lain.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau