Kabar ahu

Dirjen AHU Kemenkumham Cahyo Rahadian Muzhar: Naturalisasi Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Perkuat Timnas

Kompas.com - 01/10/2024, 19:56 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyelesaikan naturalisasi Mees Victor Joseph Hilgers dan Eliano Johannes Reijnders di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Belgia, Luxembourg, dan Uni Eropa, Senin (30/9/2024).

Direktur Jenderal (Dirjen) AHU Kemenkumham Cahyo Rahadian Muzhar memimpin langsung pengambilan sumpah dan janji setia dua pesepak bola tersebut sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Saat upacara pengambilan sumpah, Cahyo menegaskan bahwa naturalisasi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam menghadapi berbagai agenda sepak bola internasional, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. 

“Melalui kebijakan tersebut, kita dapat menggaet atlet berkualitas yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi internasional," jelas Cahyo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (1/10/2024).

Ia berharap, pemain hasil naturalisasi tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi Tim Nasional Indonesia yang akan bertanding pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. 

Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia dijadwalkan melawan Bahrain dan China pada Kamis (10/10/2024) dan Selasa (15/10/2024). Kehadiran Hilgers dan Reijnders, menurutnya, dapat memperkuat lini belakang Indonesia dan meningkatkan asa untuk lolos ke Piala Dunia 2026. 

Kedua pemain itu juga diproyeksikan akan turut serta dalam sejumlah turnamen besar lain, seperti ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 dan AFC Asian Cup 2027.

Cahyo menambahkan bahwa naturalisasi Hilgers dan Reijnders juga bagian dari strategi besar pemerintah untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Lewat visi itu, Indonesia diharapkan menjadi bangsa maju, mandiri, dan berdaya saing global, termasuk di bidang olahraga. 

"Sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi kunci daya saing untuk pentas di level internasional. Naturalisasi atlet merupakan langkah untuk menciptakan tim nasional yang lebih solid, berpengalaman, dan mampu bersaing di level internasional," tuturnya.

Hilgers dan Reijnders berkarier di Eredivisie Belanda. Kehadiran mereka diharapkan mampu mentransfer pengetahuan dan pengalaman berharga dari kompetisi Eropa.

Ditjen AHU Kemenkumham menyelesaikan naturalisasi Mees Victor Joseph Hilgers dan Eliano Johannes Reijnders. DOK. Ditjen AHU Ditjen AHU Kemenkumham menyelesaikan naturalisasi Mees Victor Joseph Hilgers dan Eliano Johannes Reijnders.

Hilgers merupakan seorang bek tengah yang bermain untuk FC Twente. Sementara itu, Reijnders berposisi sebagai bek sayap di PEC Zwolle. Keduanya diharapkan membawa metode latihan dan pola pikir profesional yang dapat memberikan pengaruh positif bagi pemain muda di Indonesia.

Selain meningkatkan kualitas permainan tim, naturalisasi juga dapat membangun tim yang lebih beragam dan berpengalaman.

“Hal tersebut sangat diperlukan dalam kompetisi internasional," ujar Cahyo. 

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk terus mengawal tahapan naturalisasi sebagai salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan prestasi olahraga nasional.

Selain sepak bola, pemerintah tengah merancang kebijakan yang lebih luas untuk menarik diaspora Indonesia, baik eks WNI maupun keturunan Indonesia. Tujuannya, agar mereka kembali menjadi WNI dan berkontribusi di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. 

Cahyo juga mengapresiasi dukungan semua pihak yang terlibat dalam naturalisasi kedua pemain tersebut, mulai dari Presiden Joko Widodo, presiden terpilih Prabowo Subianto, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga masyarakat pencinta sepak bola di Tanah Air.

Kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak menjadi kunci sukses naturalisasi kedua pemain tersebut bisa diselesaikan.

“Kami berharap, kehadiran Mees Hilgers dan Eliano Reijnders akan semakin memajukan prestasi sepak bola Indonesia," tandasnya.

Tim Nasional Indonesia pun diharapkan dapat semakin kompetitif di ajang internasional dan mencapai target jangka panjang, yaitu masuk ke dalam peringkat 100 besar FIFA dan 10 besar Asia. 

Dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi elemen penting untuk mendorong perkembangan sepak bola nasional serta memberikan fasilitas dan pelatihan yang optimal bagi para atlet.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau