Advertorial

Dies Natalis Ke-43, Untirta Kokohkan SDM Unggul yang Berkarakter JAWARA

Kompas.com - 02/10/2024, 14:13 WIB

KOMPAS.com - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka perayaan Dies Natalis Ke-43 bertema “Bergerak Bersama Lanjutkan Pembangunan SDM Unggul untuk Indonesia Emas” di Auditorium Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (1/10/2024).

Ketua Senat Untirta Prof Rudi Zulfikar membuka Dies Natalis Ke-43 tersebut dan dilanjutkan pembacaan laporan kegiatan oleh Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-43 Untirta Prof Alfirano.

Dalam pidatonya, Prof Alfirano menjelaskan bahwa tema Dies Natalis Ke-43 mengingatkan kembali kontribusi dan konsistensi Untirta dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai wujud kepedulian lingkungan, budaya, serta kesehatan fisik mental dan spiritual, pada Dies Natalis tahun ini, Untirta mengadakan lomba olahraga dan fun games. Kegiatan ini dapat memperkuat semangat kebersamaan dan sportivitas.

Selain itu, terdapat juga seminar ilmiah dan kegiatan bertema green campus sebagai komitmen dalam menjaga kampus yang asri dan berkelanjutan.

Tema sosial budaya juga menjadi perhatian Untirta dengan memperkenalkan budaya lokal Banten di kalangan sivitas akademika dan masyarakat luas.

Alfirano mengatakan, Dies Natalis tahun ini juga terasa istimewa karena Untirta baru saja menjalani proses reakreditasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).

“Mudah-mudahan unggul untuk menjaga motivasi dan meningkatkan layanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia pun berharap, Dies Natalis yang berlangsung pada 19 September 2024-19 Oktober 2024 itu dapat berjalan lancar.

"Mari kita lanjutkan pembangunan SDM yang terus menyala dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman bersyukur dan berterima kasih kepada tokoh sejarah Untirta, pendiri, rektor, wakil rektor, serta pimpinan terdahulu. Dengan demikian, Untirta bisa mencapai deretan prestasi sampai pada saat ini.

Prof Fatah menambahkan, Untirta terus berkontribusi untuk membangun Indonesia. Ia pun mengajak berbagai pihak untuk berdoa dan bergerak bersama agar Untirta bisa menjadi institusi unggul dan bisa bersaing secara global.

“Sebagai ‘menara air’, (Untirta) harus mencerahkan dan menyejukkan dengan relevansi memperkuat mitra strategis, daya dukung menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), melalui visi ‘Integrated, Smart and Green’ dan dilandasi nilai JAWARA, yakni Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel yang menjadi dokumen negara dan hanya ada satu di dunia,” kata Prof Fatah.

Untirta menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka perayaan Dies Natalis Ke-43. DOK. Untirta Untirta menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka perayaan Dies Natalis Ke-43.

Staf Ahli Penjabat (Pj) Gubernur Banten Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs M Agus Setiawan yang hadir di acara tersebut menyampaikan pidato Pj Gubernur Banten Al Muktabar.

Agus mengatakan, pesan yang disampaikan Rektor Untirta sejalan dengan arahan Pj Gubernur untuk memerhatikan budaya lokal.

“Hal tersebut menunjukkan Untirta telah menjalankan arahan Pj Gubernur. Baik Untirta maupun Pj Gubernur Banten telah memiliki kesatuan pemahaman,” ujar Agus.

Sebagai informasi, Dies Natalis tersebut juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Rusmana, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof Asep Ridwan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Agus Sjafari, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof Alfirano, dan para dekan, wakil dekan, kepala lembaga, kepala unit penunjang akademik (UPA), kepala bagian (kabag), ketua kelompok kerja (pokja), staf, dan mahasiswa.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Abdul Haris melalui sambungan daring dan Dewan Pertimbangan Untirta Embay Mulya Syarief, serta para mitra kampus.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau