Advertorial

Klaster Usaha Rumput Laut Semaya, Sinergi BRI untuk Peningkatan Skala Usaha di Nusa Penida

Kompas.com - 08/10/2024, 13:34 WIB

KOMPAS.com - Rumput laut ternyata menjadi bagian penting dalam perkembangan Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Bali.

Sejak 2012, masyarakat terus menjaga kualitas rumput laut yang dihasilkan agar tetap stabil di pasaran. Untuk memastikan kapasitas dan kualitas produk, mereka telah membentuk kelompok petani rumput laut.

Ketua Klaster I Nyoman Sudastra menjelaskan bahwa kelompok petani rumput laut didirikan untuk menyatukan visi para petani rumput laut serta memastikan kualitas produk melalui pengelolaan lahan dan pemilihan bibit berkualitas.

“Kami memilih bibit berkualitas untuk memastikan pertumbuhan yang optimal dan menyiapkan lahan dengan teliti. Panen biasanya dilakukan setiap bulan, tapi bisa lebih sering tergantung luas lahan yang dikelola,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (9/10/2024).

Ia menjelaskan bahwa mayoritas warga Dusun Semaya kini berprofesi sebagai petani rumput laut, dan usaha ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Baik laki-laki maupun perempuan terlibat aktif dalam budi daya.

Salah satu contohnya adalah Ni Wayan Sari Warningsih, anggota klaster yang berinovasi mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk rumput laut.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, banyak petani telah menerima dukungan permodalan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Mereka juga diberikan edukasi dan kemudahan dalam transaksi keuangan melalui aplikasi BRImo.

Wayan mengucapkan terima kasih kepada BRI atas dukungan yang diberikan, seperti sarana pendukung produksi berupa jaring dan tali yang sangat membantu kelompok dalam meningkatkan kapasitas produksi.

“Untuk transaksi jual beli, kami menggunakan BRImo. Jika mengirim ke pabrik atau eksportir, transfernya juga lewat BRImo. Permodalan dari BRI luar biasa dan sangat membantu saya memulai usaha. Saya sering bilang, BRI itu seperti orangtua kedua bagi saya,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan bahwa klaster usaha berfungsi untuk memberdayakan kelompok usaha yang dibentuk berdasarkan kesamaan usaha dalam satu wilayah.

Hal tersebut, kata dia, menciptakan keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan serta pengembangan usaha para anggotanya.

Hingga akhir Agustus 2024, BRI telah memiliki 32.449 klaster usaha yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku. BRI juga telah menyelenggarakan lebih dari 2.000 pelatihan dalam program tersebut.

Supari menambahkan bahwa program Klasterku Hidupku menjadi bagian dari strategi BRI untuk fokus pada pemberdayaan.

"Strategi bisnis mikro BRI di 2024 akan berfokus pada pemberdayaan sebagai langkah awal dalam pembiayaan. BRI berkomitmen mendukung pelaku UMKM dengan kerangka pemberdayaan yang meliputi fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi,” ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau