Advertorial

Silaturahmi OKP dan Pj Gubernur Sulbar, Pemprov Siap Buka Ruang Dialog

Kompas.com - 08/10/2024, 14:32 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar dialog silaturahmi antara Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organinasi Kepemudaan (OKP) se-Sulbar di Kantor Gubernur Sulbar, Sulbar, Sabtu (5/10/2024).

Acara tersebut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dalam pandangannya terkait pemerintahan saat ini, khususnya Pemprov Sulbar.

Terdapat lima perwakilan organisasi mahasiswa yang diberi kesempatan dalam sesi tanya jawab, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Mamuju, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus).

Acara dialog tersebut dimoderatori oleh Farhanuddin, MSI, akademisi Universitas Sulawesi Barat. Selain itu, beberapa tokoh organisasi masyarakat (Ormas) juga nampak hadir.

Pj Bahtiar mengatakan, Pemprov Sulbar membuka seluas-luasnya kepada Ormas dan OKP dalam menyampaikan pandangan dan pendapatnya atas program pemerintah Sulbar.

Kesempatan tersebut pun tak disia-siakan oleh OKP dan Ormas. Lima perwakilan menyampaikan apresiasi kepada Pj Bahtiar atas silaturahmi yang digelar.

Ketua HMI Manakarra cabang Mamuju Ansar mengatakan, dialog ini menjadi salah satu yang telah ditunggu dan menjadi budaya sipakalebbi di Sulbar demi menyelesaikan sebuah masalah.

Terkait program pemerintah, para mahasiswa dan pemuda pun mendukung program Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, dalam memajukan sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan.

Selain itu, para perwakilan juga mengapresiasi terkait konflik agraria yang melibatkan perusahaan dan masyarakat. Mengenai stunting dan kemiskinan ekstrem, kasus pelecehan terhadap perempuan, dan anak putus sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Resor Militer (Danrem) 142 Tatag Bringjen TNI Hartono, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar, Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, dan perwakilan BIN, mendukung pergerakan OKP di Sulbar.

Mereka pun terbuka berdialog dengan mahasiswa dan pemuda untuk menyelesaikan permasalahan di Sulbar.

Terakhir, Pj Bahtiar berterima kasih kepada OKP atas kehadiran dalam forum silaturahmi. Ia berharap, forum tersebut untuk berpikir bersama dalam membangun Sulbar. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam proses demokrasi di Sulbar tetap beradab.

Bahtiar mengatakan, para mahasiswa dan pemuda dapat menjadi bagian program yang akan dijalankan pemerintah.

“Kita tumbuh bersama, program ini bukan kepada siapa, tetapi untuk masyarakat,” jelasnya.

Bahtiar pun berharap, agar OKP lebih sering berdialog dengan pemerintah dan bersama-sama bergerak mengelola alam secara bijaksana agar manfaat bagi peradaban ke depan.

“Kami mohon maaf, mungkin kami belum memberikan pelayanan terbaik. Namun, jangan ragukan ketulusan kami untuk masyarakat dan saya mendukung aspirasi kawan-kawan selama untuk mensejahterakan rakyat,” jelas Bahtiar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau