KOMPAS.com – Akses permodalan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan sebuah harapan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan penjualan, dan memperluas pemasaran.
Dengan akses permodalan yang mudah, UMKM dapat dengan mudah memberikan kontribusi nyata terhadap penghidupannya, termasuk perekonomian lokal.
Sebagai salah satu destinasi wisata favorit, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan, baik bagi turis mancanegara maupun domestik. Sebab, daerah berjuluk Kota Pelajar ini dikenal dengan keragaman budaya dan kulinernya.
Hal itu menghadirkan peluang dan tantangan bagi para pelaku UMKM untuk bisa bersaing serta berlomba-lomba mendapatkan hati para pelancong.
Salah satu contoh nyata kisah sukses UMKM dalam mengembangkan usahanya adalah Patmini. Ibu rumah tangga ini merupakan anggota Koperasi Simpan Pinjam dan Produksi Syariah (KSPPS) Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Beringharjo di Kulonprogo.
Patmini sukses membangun usaha keripik pisang Ranum berkat akses modal dari koperasi yang merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).
Patmini bercerita, ia memberanikan diri bergabung menjadi anggota koperasi sejak mengikuti sosialisasi dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) hingga akhirnya mendapatkan akses permodalan untuk pengembangan usaha.
Ia pun berhasil mengembangkan usahanya secara signifikan setelah mengakses dana bergulir melalui KSPPS BMT Beringharjo.
Sebelumnya, usahanya hanya mampu memproduksi keripik pisang sebanyak 2 kg per hari. Berkat tambahan modal dana bergulir melalui koperasi, kapasitas produksi Patmini kini meningkat drastis menjadi rerata 10 kg per hari.
"Dana bergulir dari koperasi sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha. Saya bisa menambah tenaga kerja dan meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, saya juga bisa memperluas pemasaran produk ke berbagai toko oleh-oleh dan supermarket di Yogyakarta," ujar Patmini dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (10/10/2024).
Dampak positif dana bergulir bagi UMKM
Keberhasilan Patmini merupakan bukti nyata bahwa dana bergulir yang disalurkan melalui koperasi mampu memberikan dampak positif bagi UMKM. Selain meningkatkan kapasitas produksi, dana bergulir juga dapat digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran.
Dengan tambahan modal, UMKM dapat melakukan promosi yang lebih luas dan menjangkau pasar yang lebih besar.
Selain itu, pelaku UMKM juga dapat membeli bahan baku yang lebih berkualitas sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih baik.
Berkat tambahan modal dari koperasi mitra LPDB-KUMKM, Patmini bisa mempekerjakan tenaga kerja untuk membantu produksi, penjualan, dan pengemasan produk keripik pisangnya.Tak ketinggalan, pelaku UMKM juga bisa merekrut lebih banyak pekerja untuk memperbesar kapasitas usaha. Hal ini turut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.
"Dulu, saya masih mengerjakan semua proses produksi sendiri. Berkat tambahan modal dari koperasi mitra LPDB-KUMKM, saya bisa mempekerjakan tenaga kerja untuk membantu produksi, penjualan, dan pengemasan. Produksi pun jadi meningkat drastis," kata Patmini.
Patmini berharap, program dana bergulir dapat terus berlanjut dan semakin banyak UMKM yang merasakan manfaatnya.
Selain itu, ia juga berharap, koperasi dapat memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada anggotanya, terutama dalam hal manajemen bisnis dan pemasaran digital.
"Sebagai UMKM, kami berharap, program akses modal ini terus ada dan LPDB-KUMKM bisa lebih dekat kepada UMKM," tuturnya.
Komitmen LPDB-KUMKM dukung pertumbuhan UMKM
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyambut baik keberhasilan program dana bergulir dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
"Kami sangat senang melihat dana bergulir yang kami salurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM, seperti Ibu Patmini,” tutur Supomo.
Menurutnya, capaian itu membuktikan bahwa dana bergulir merupakan instrumen yang efektif dalam memperkuat modal koperasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Supomo juga menegaskan bahwa LPDB-KUMKM berkomitmen menyalurkan dana bergulir kepada berbagai koperasi di seluruh Indonesia.
"Kami berupaya untuk mendekatkan diri dengan UMKM dan memberikan pendampingan yang dibutuhkan sehingga dana bergulir dapat dimanfaatkan secara optimal," imbuhnya.