Advertorial

Berkat Kemitraan AgenBRILink, Mantan Karyawan Minimarket Bersiap Buka Toko Kelontong Keduanya

Kompas.com - 11/10/2024, 13:50 WIB

KOMPAS.com - Dessi, warga Desa Honggobayan, Kartasura, membuktikan bahwa dengan ketekunan dan semangat yang tak pernah padam, seseorang bisa meraih kesuksesan.

Dengan pengalaman sebagai karyawan di sebuah minimarket, Dessi berhasil mengubah kehidupannya dengan membuka toko kelontong yang kini berkembang pesat berkat kemitraan dengan AgenBRILink dan program kelompok Mekaar.

Berawal dari pekerjaan sebagai karyawan di salah satu usaha retail selama delapan tahun sejak 2008 dan kemudian di toko buku hingga 2015, perjalanan kariernya berhenti ketika ia menikah.

Namun, tak lama setelah memiliki anak, ia merasa perlu untuk kembali berkarya.

"Setelah anak saya mulai besar, saya mulai memutar otak. Di lingkungan saya mayoritas kos-kosan, jadi saya memutuskan untuk membuka toko kelontong," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (11/10/2024).

Langkah pertama Dessi mewujudkan misinya adalah mencari modal dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi pilihan utamanya.

Berbekal ilmu ritel yang didapat dari pekerjaan sebelumnya, Dessi mengajukan pinjaman ke BRI yang akhirnya disetujui.

Meski mengalami pasang surut dalam berbisnis, semangatnya tak pernah surut.

Selain sukses dalam menjalankan usaha kelontong, Dessi juga aktif sebagai Ketua Kelompok Mekaar di desanya yang kini memiliki 15 anggota.

Ia menjelaskan, anggotanya dulu hanya berjumlah 10 orang, tetapi sekarang sudah bertambah menjadi 15 orang dan beberapa di antaranya sudah lulus serta dapat berdiri sendiri.

Kemitraan Dessi dengan menjadi AgenBRILink semakin memperkuat usahanya. Dia mengungkapkan, meski bergabung dengan AgenBRILink sekitar setahun yang lalu dengan modal awal minim, jumlah transaksinya kini sudah banyak.

AgenBRILink menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan pendapatan usahanya.

Dengan sekitar 50 transaksi per hari, ia merasa sangat terbantu. Manfaat dari kerja sama dengan BRI membantu kesejahteraan ekonomi keluarganya sehingga pengeluaran rumah tangga tidak terlalu dipikirkan lagi.

Memperluas akses perbankan

Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI Muhammad Candra Utama mengataskan, jumlah AgenBRILink saat ini sudah mencapai 1 juta agen.

Pencapaian itu merupakan upaya BRI dalam memberikan akses layanan perbankan yang lebih baik kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
"Seperti diketahui, AgenBRILink merupakan salah satu inovasi utama BRI yang dirancang untuk memperluas jangkauan layanan perbankan melalui kemitraan dengan agen-agen lokal di berbagai daerah," katanya.

Candra mengungkapkan, pencapaian itu merupakan kemajuan signifikan dalam upaya mendukung inklusi dan literasi finansial di Indonesia.

Kehadiran AgenBRILink memberikan peluang usaha bagi para warga di berbagai daerah, khususnya di wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan perbankan.

BRI turut mendukung pemberdayaan ekonomi dengan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan melalui sharing economy.

Candra mengatakan, pencapaian itu merupakan bagian dari visi jangka panjang BRI untuk menjadi bank pilihan utama yang mengedepankan inovasi, inklusi, dan pelayanan pelanggan.

“Ke depan, BRI terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia," tuturnya.

Ke depan, Dessi berencana membuka cabang baru untuk toko kelontongnya.

"Insyaallah, setelah pinjaman saya lunas, saya mau buka cabang baru," ujarnya penuh harap.

Dengan pengalaman yang sudah dimiliki, ia yakin mampu mengelola cabang baru dengan baik.

Dessi juga memiliki pesan untuk para pengusaha lain, terutama yang baru memulai, yakni tetap semangat dan tidak patah arang.

"Jangan pernah putus asa. Selalu ada opsi dan peluang, asalkan kita mau berusaha dan kreatif," ungkapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau