Advertorial

Wujudkan Rumah Pertama Setelah Pernikahan, Panduan bagi Pasangan Baru

Kompas.com - 16/10/2024, 18:24 WIB

KOMPAS.com - Bagi banyak pasangan baru, membeli rumah pertama adalah salah satu keputusan terbesar setelah menikah.

Selain menjadi tempat berlindung, rumah juga akan menjadi saksi dari banyak momen berharga rumah tangga di masa depan. Namun, perjalanan mewujudkan rumah idaman tidak selalu mulus.

Ada berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan agar rumah pertama benar-benar menjadi tempat yang nyaman dan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa tip untuk membantu Anda bersama pasangan mempersiapkan rumah pertama setelah menikah.

  1. Diskusikan kebutuhan dan keinginan bersama

Sebelum mulai mencari rumah, penting bagi Anda dan pasangan untuk berdiskusi secara terbuka tentang apa yang diinginkan dari hunian.

Apakah Anda menginginkan rumah minimalis di pinggiran kota yang tenang, atau lebih suka apartemen di pusat kota? Pertimbangkan pula hal-hal seperti jumlah kamar, lingkungan sekitar, dan jarak ke tempat kerja.

Komunikasi yang baik sejak awal akan memudahkan proses pencarian dan menghindari konflik di kemudian hari.

  1. Atur anggaran secara realistis

Rumah adalah investasi besar, dan penting bagi pasangan baru untuk menetapkan anggaran yang sesuai dengan kemampuan finansial.

Evaluasi berapa banyak tabungan yang telah tersedia. Buatlah perhitungan yang realistis, termasuk biaya lain, seperti notaris, pajak, asuransi, dan biaya perawatan.

  1. Pilih lokasi yang tepat

Memilih lokasi yang strategis adalah kunci untuk kenyamanan jangka panjang. Pertimbangkan aksesibilitas ke tempat kerja dan fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan, serta keamanan lingkungan.

Lokasi juga akan memengaruhi nilai investasi properti di masa depan. Jadi, lakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

  1. Perhatikan desain dan fungsi rumah

Selain estetika, pastikan rumah yang Anda pilih memiliki desain yang sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.

Jika berencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat, pilih rumah dengan ruang tambahan atau halaman yang luas. Jangan lupa untuk memeriksa tata letak dan fungsi dari setiap ruang—apakah dapurnya cukup luas untuk memasak bersama, atau apakah ruang tamu cukup nyaman untuk menerima tamu?

  1. Siapkan rumah untuk masa depan

Saat memilih rumah pertama, pertimbangkan juga masa depan Anda bersama. Apakah rumah ini bisa menampung kebutuhan keluarga yang semakin berkembang?

Bagaimana jika di masa depan ada perubahan pekerjaan atau gaya hidup? Memilih rumah yang bisa mengikuti perkembangan hidup Anda adalah langkah cerdas untuk menghindari keharusan pindah rumah dalam waktu dekat.

  1. Pertimbangkan skema pembiayaan yang tepat

Banyak pasangan baru merasa kewalahan dengan berbagai opsi pembiayaan yang tersedia. Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah memanfaatkan skema kredit pemilikan rumah (KPR) yang sesuai dengan kondisi finansial.

Menggunakan layanan KPR, misalnya KPR BRI dapat membantu Anda dan keluarga dalam merencanakan pembayaran cicilan rumah dengan lebih terstruktur.

Terlebih, KPR BRI menawarkan berbagai pilihan tenor yang fleksibel. Ini bisa menjadi opsi ideal bagi pasangan baru yang ingin segera memiliki hunian tanpa beban finansial yang berat.

Untuk mencari alternatif hunian lainnya, kamu dapat memanfaatkan Homespot.id yang dilengkapi dengan Kalkulator KPR untuk perhitungan KPR anti boncos. Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya wujudkan rumah pertamamu dengan KPR BRI

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau