Advertorial

Jaga Kesehatan dan Proteksi Diri, Ini 4 Penyakit Berbiaya Perawatan Tinggi

Kompas.com - 23/10/2024, 14:51 WIB

KOMPAS.com – Penyakit tidak menular (PTM) tengah menjadi sorotan berbagai pihak karena menyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia.

Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) yang diadakan pada April 2024 menyebutkan bahwa terdapat sekitar 330.000 kasus kematian akibat stroke. Angka serupa pun ditemukan pada penyakit jantung serta kanker dengan 300.000 kematian.

Bahkan, pada 2021, World Health Organization (WHO) mencatat bahwa penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia, termasuk Indonesia, dengan total 17,8 juta kematian.

Menariknya, pascapandemi Covid-19, penyakit pernapasan menjadi salah satu yang paling banyak ditemukan di Indonesia, terutama infeksi saluran pernapasan bagian atas akut.

Laporan Cost of Care 2024 dari Mercer Marsh Benefits mengungkapkan bahwa infeksi saluran pernapasan atas akut menjadi diagnosis yang memiliki biaya tertinggi dalam kategori penyakit tersebut, yaitu mencapai 57 persen.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin terdorong untuk lebih memperhatikan kesehatan.

Selain itu, masyarakat juga lebih terdorong untuk memiliki asuransi kesehatan sebagai langkah antisipasi jika terjangkit penyakit yang memerlukan biaya besar untuk perawatan di rumah sakit.

Sebagai bentuk antisipasi, berikut adalah rangkuman daftar penyakit dengan biaya perawatan tinggi.

  1. Diabetes mellitus

Menurut data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berada di peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak.

Pada 2021, ada sekitar 19,5 juta penderita diabetes di Indonesia. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045.

Biaya perawatan diabetes bisa sangat mahal, terutama jika penderita membutuhkan tindakan amputasi akibat luka yang sulit sembuh dengan perkiraan biaya mencapai Rp 150 juta.

  1. Stroke

Stroke terjadi ketika tekanan darah seseorang terlalu tinggi yang menyebabkan pembuluh darah arteri pecah atau tersumbat sehingga terjadi gangguan dalam pasokan darah ke otak.

Melansir laman Hellosehat, biaya perawatan untuk stroke di rumah sakit bisa mencapai Rp 150 juta hingga Rp 450 juta, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis perawatan yang dibutuhkan.

  1. Kanker

Kanker adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk Indonesia.

Menurut situs resmi RS Kanker Dharmais Jakarta, biaya pengobatan kanker, terutama kemoterapi, bisa mencapai Rp 20 juta per sesi.

Selain itu, pasien kanker juga harus menjalani berbagai prosedur medis lainnya, seperti imunoterapi, operasi, serta menggunakan fasilitas pendukung, seperti CT Scan dan transfusi darah. Total biaya seluruh perawatan itu bisa mencapai Rp 300 juta atau bahkan lebih.

  1. Jantung

Penyakit jantung memiliki berbagai jenis, mulai dari gangguan katup jantung, pembuluh darah, jantung koroner, hingga serangan jantung.

Salah satu perawatan jantung yang membutuhkan biaya besar adalah operasi bypass jantung, yang biayanya berkisar antara Rp 80 juta hingga Rp 500 juta, tergantung pada kompleksitas prosedur.

Faktor penentu biaya rumah sakit

Setidaknya, ada lima faktor penentu besaran biaya rumah sakit, yakni diagnosis, tipe dan lokasi rumah sakit, kelas kamar rawat inap, tipe pengobatan (operasi atau non-operasi), serta demografi pasien.

Besarnya biaya perawatan untuk penyakit-penyakit tersebut menunjukkan pentingnya memiliki asuransi untuk melindungi Anda dari kerugian finansial.

Hal itulah yang membuat setiap perusahaan memberikan asuransi kepada karyawannya untuk memberikan motivasi dan rasa nyaman saat bekerja.

Untuk membantu perusahaan dalam mengelola biaya kesehatan karyawan secara efektif, Mercer Marsh Benefits menghadirkan Cost of Care, yaitu alat benchmarking atau tolok ukur biaya rumah sakit di Indonesia yang menghasilkan laporan komprehensif yang memberikan informasi terperinci tentang biaya perawatan medis rumah sakit di Indonesia.Hal ini memungkinkan perusahaan untuk merencanakan, mengontrol, dan memprediksi biaya tunjangan kesehatan bagi karyawan.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengelola risiko tenaga kerja, menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan karyawan, serta dapat membantu pihak asuransi dalam proses audit klaim biaya rumah sakit.

Sebagai konsultan yang fokus pada employee health and benefits serta asuransi, Mercer Marsh Benefits berperan penting dalam membantu perusahaan menghadapi tantangan pengelolaan biaya, risiko karyawan dan kompleksitas employee health benefits.

Dengan bermitra bersama Mercer Marsh Benefits, perusahaan dapat merancang progam employee health benefits yang sesuai dengan kebutuhan beragram demografi karyawan, serta menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau