Advertorial

Pameran Teknologi Cerdas Keempat OCTF di Jakarta Dibuka Meriah, Angkat Kolaborasi Indonesia-China

Kompas.com - 30/10/2024, 12:12 WIB

KOMPAS.com – The Overseas Chinese Trade Fair (OCTF) Intelligent Technology Exhibition Keempat resmi dibuka di Jakarta International Expo, Selasa (29/10/2024). Acara ini berlangsung hingga Kamis (31/10/2024).

Diselenggarakan oleh Shenzhen Overseas Chinese Chamber of Commerce Think Tank dan Indonesian Chinese Business Council, acara itu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak di Indonesia.

Mengusung tema “Teknologi Mengubah Kehidupan, Inovasi Menuntun Masa Depan”, pameran tersebut menjadi ajang bagi pemimpin industri, akademisi, serta perwakilan perusahaan dari Indonesia dan China untuk menggali tren teknologi cerdas di Indonesia.

Upacara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Indonesian Chinese Business Council Wu Mingli, Presiden Shenzhen Overseas Chinese Chamber of Commerce Think Tank Zheng Hanming, serta perwakilan Kamar Dagang Jakarta dan Dewan Promosi Perdagangan Internasional Shenzhen.

Mereka mengungkapkan optimisme terhadap keberhasilan acara serta berharap agar acara itu dapat mempererat hubungan bilateral di bidang teknologi cerdas antara Indonesia dan China.

Pada hari pertama diselenggarakan Diskusi Panel Teknologi Cerdas Indonesia-China dengan tema “Teknologi Cerdas dan Kolaborasi Digital untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia”.

Para pakar industri dari kedua negara mendiskusikan peran teknologi cerdas dalam memperkuat kolaborasi digital serta mewujudkan ekonomi berkelanjutan.

Ferry Herwantono dari AKEN, misalnya, membagikan pandangannya tentang ekonomi digital Indonesia yang mencakup sektor e-commerce, pembayaran digital, dan pengembangan kota pintar.

Sementara, Tuya Smart turut memamerkan solusi internet of things (IoT), sedangkan Today International menyoroti perkembangan dalam sistem logistik dan pergudangan otomatis.

Tampilkan solusi teknologi cerdas terkini

Pameran tersebut juga menampilkan berbagai produk di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), big data, IoT, dan robotika, yang merepresentasikan inovasi unggulan dari produk-produk “Made in China.”

Robot produksi CASUN dan Cheetah Mobile yang dipamerkan berhasil menjadi daya tarik pengunjung. Mereka menunjukkan keandalan dan presisi tinggi. Adapun kedua produsen itu merupakan pemasok dari merek ternama, seperti Huawei, BYD, dan Canon.

Selain itu, solusi kota pintar yang dibawa oleh Chaoyang Hui dan Sanjiang Electric juga tak kalah menarik. Terlebih, solusi ini juga relevan dengan tren urbanisasi di Indonesia.

Ada pula alat pendidikan cerdas dari JiuXueWang yang menampilkan pena kamus elektronik dan alat penerjemah, serta perangkat nirkabel efisien, seperti keyboard dan tablet, dari Shenzhen GuiCheng Business Co., Ltd.

Lebih dari 20.000 partisipan telah mendaftar untuk menghadiri pameran ini. Pada hari pertama, sekitar 2.000 pembeli dari Indonesia, Singapura, Thailand, dan Malaysia memadati lokasi pameran.

Empat pertemuan business matching yang berfokus pada IoT, peralatan rumah tangga, automasi, dan material bangunan hijau, menjadi bagian acara bisnis pameran ini.

Pada sesi IoT, kehadiran pembeli besar, seperti Toyota, Vitech Asia, dan ASRI, menunjukkan antusiasme yang tinggi serta apresiasi terhadap peluang kemitraan yang terjalin.

Untuk mengikuti acara tersebut, Anda bisa mendaftar pada tautan berikut atau scan QR code di bawah ini.

Link pendaftaran OCTF Intelligent Technology Exhibition.Dok. OCTF Link pendaftaran OCTF Intelligent Technology Exhibition.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau