Advertorial

Literasi Keuangan Nasabah PNM Selama Bulan Inklusi Keuangan 2024 Tembus 2.000 Pelatihan

Kompas.com - 31/10/2024, 07:36 WIB

KOMPAS.com - Pelatihan literasi keuangan kepada nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) selama Bulan Inklusi Keuangan 2024 mencapai 2.000 pelatihan dengan cakupan 52 kota di Indonesia.

PNM pun getol mendukung visi besar pemerintah, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam mempercepat akselerasi ekosistem keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selama Oktober 2024, program literasi keuangan PNM dikemas dalam empat pelatihan, yaitu pelatihan reguler Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), pelatihan reguler Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar, dan partisipasi dalam pameran.

Perluasan akses keuangan berperan penting untuk membantu nasabah PNM Mekaar meningkatkan usahanya, mengelola keuangan dengan lebih baik, serta mengenal produk investasi yang sebelumnya awam bagi kelompok prasejahtera.

Namun, tantangan terbesar yang dirasakan adalah kecenderungan nasabah ultra mikro (UMi) yang tidak memahami produk keuangan yang digunakan sehingga tidak mempertimbangkan aspek risiko.

“Mereka meminjam bukan cuma di satu tempat, melainkan juga di tempat lain. Padahal, (kemampuan) keuangannya terbatas,” ujar Executive Vice President (EVP) Pengembangan dan Jasa Manajemen PNM Razaq Manan Ahmad dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (30/10/2024).

Razaq melanjutkan, PNM berkomitmen memberikan tiga modal kepada nasabah melalui modal finansial berupa pembiayaan UMi, modal intelektual berupa pelatihan dan pendampingan usaha, serta modal sosial dengan membangun jejaring antar anggota kelompok nasabah.

Tujuannya, agar terbangun komunikasi dan sharing ide usaha sehingga bisa maju bersama-sama.

Melalui skema Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), nasabah diberikan pelatihan keuangan agar melek dengan produk keuangan formal.

“Peran PNM salah satunya adalah mencerdaskan nasabah PNM Mekaar agar paham terkait kemampuan finansial mereka dan risiko yang dihadapi ketika memanfaatkan produk dan layanan keuangan,” kata Razaq.

Razaq menambahkan, PNM juga berupaya mencerdaskan kelompok prasejahtera dengan memberikan literasi akses keuangan yang inklusif supaya mereka bisa lebih sejahtera.

“Rangkaian program literasi dan keuangan PNM menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengembangan inklusi keuangan pelaku usaha UMi sebagai bentuk pemberdayaan, yang juga menjadi bagian dari environment, social, and governance (ESG) PNM,” terang Razaq.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau