Advertorial

Revitalisasi Rampung, BPPW Sumbar Serah Terima Pengelolaan Pasar Raya Fase VII ke Pemko Padang

Kompas.com - 05/11/2024, 11:13 WIB

KOMPAS.com — Revitalisasi Pasar Raya Padang Fase VII yang mengalami kerusakan parah akibat gempa yang terjadi pada 2009, siap beroperasi setelah hampir 15 tahun menunggu perbaikan dari pemerintah.

Serah terima pengelolaan Pasar Raya Padang Fase VII dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat (Sumbar) kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang diwakilkan oleh Kepala BPPW Sumbar Maria Doeni Isa dan Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar, Senin (4/11/2024).

Pada acara serah terima tersebut, turut hadir pula Direktur PT Adhi Persada Gedung (APG) selaku kontraktor pelaksana pembangunan, Direktur PT Deta Decon selaku manajemen konstruksi, serta sejumlah perwakilan pedagang Fase VII dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemko Padang.

Dalam sambutannya, Andree menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan kembali gedung Pasar Raya Fase VII yang didukung dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 107 miliar.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BPPW Sumbar serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade yang telah berkolaborasi mendukung revitalisasi Pasar Fase VII ini,” ujar Andree dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/11/2024).

Ia juga menekankan bahwa revitalisasi tersebut dipersembahkan untuk pedagang dan warga Kota Padang yang telah lama mendambakan hadirnya pusat perdagangan yang representatif dan modern.

Pasar Raya Padang Fase VII memiliki 304 kios, 650 lapak PKL, serta area parkir dua lantai. Dok. Pemko Padang Pasar Raya Padang Fase VII memiliki 304 kios, 650 lapak PKL, serta area parkir dua lantai.

Andree menjelaskan bahwa Pasar Raya Padang Fase VII merupakan pusat perdagangan paling hits di Kota Padang di era 90 hingga 2000.

"Namun setelah gempa pada 2009 merusak beberapa bagian gedung, pasar ini menjadi tidak layak untuk digunakan. Alhamdulillah, dengan perjuangan yang cukup panjang hari ini, upaya dan doa kita terjawab," lanjut Andree.

Lebih lanjut Andree menjelaskan bahwa revitalisasi tersebut bertujuan untuk memindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di ruas jalan kawasan Pasar Raya Padang, menciptakan kawasan pasar yang bersih dan nyaman, serta menjadikannya sebagai pusat wisata belanja yang murah dan lengkap di Kota Padang.

Sementara itu, Maria mengatakan bahwa revitalisasi dimulai sejak Rabu (10/7/2024). Revitalisasi tersebut memiliki desain bangunan tipe A dengan konsep Green Building berstruktur empat lantai yang terdiri dari basement dan ruang dagang.

"Pasar ini memiliki 304 kios dan 650 lapak PKL yang menampung sebanyak 954 pedagang (kering). Tersedia juga area parkir kendaraan roda dua dan roda empat di lantai dua dan lantai tiga," jelas Maria.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau