Advertorial

Kepala BP Batam Tinjau Proyek Infrastruktur, Pastikan Masyarakat Dapat Segera Nikmati

Kompas.com - 25/11/2024, 20:08 WIB

KOMPAS.com – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi meninjau progres dan kesiapan penyelesaian sejumlah proyek penting pada Minggu (24/11/2024).

Begitu masa cuti berakhir, Rudi kembali melaksanakan tugas dan kewenangannya sampai masa kerja berakhir.

Sejumlah proyek yang ia kunjungi adalah Bundaran Punggur, VVIP Bandara Hang Nadim, dan Fly Over Lela Bahari.

Pada kesempatan itu, Rudi didampingi sejumlah Pejabat Eselon II, di antaranya Kepala Pusat Perencanaan dan Program Strategis Fesly Abadi Paranoan, Direktur Infrastruktur Kawasan Ponco Subekti, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait, General Manager Pengelola Logistik Aero City Kurnia Budi, serta para pejabat pembuat komitmen (PPK) terkait.

Rudi mengatakan, seluruh proyek ditargetkan selesai pada pengujung Desember 2024. Oleh sebab itu, dia memastikan secara detail bahwa seluruh proyek selesai sesuai target dan mencapai hasil optimal.

“Kami harus pastikan detail proyek-proyek tersebut selesai sesuai target, mencapai hasil optimal, dan segera dapat difungsikan sebelum 2024 berakhir,” ujar Rudi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (25/11/2024).

Progres proyek Bundaran Punggur, lanjutnya, telah mencapai 89 persen pada tahap penyelesaian pengecoran jalan.

“Jalur lalu lintas sudah dibuka normal sehingga tidak ada contra flow. Saat ini, tengah dilakukan pengaspalan lanjut dan finishing pengecoran area akses perumahan. Kami optimistis, (proyek ini) bisa selesai sebelum targetnya,” kata Rudi.

Kemudian, proyek revitalisasi VVIP Bandara Hang Nadim mencapai 100 persen dan ditargetkan dapat difungsikan dalam waktu dekat. Selain gedung, area VVIP telah dilengkapi dengan interior indah untuk menyambut tamu-tamu besar.

Menurut Rudi, Bandara Hang Nadim merupakan akses pertama bagi pengunjung di Batam. Oleh sebab itu, revitalisasi area VVIP diharapkan dapat meningkatkan layanan bandara, terutama untuk tamu-tamu khusus.

Sementara, Fly Over Lela Bahari yang menjadi kunci terurainya kemacetan Tiban-Nagoya-Batam Centre, telah mencapai progres pembangunan 90 persen.

Jalan layang kedua di Batam ini tengah dalam tahap pemasangan Oprit Jembatan dan penyelesaian u-turn. Di sepanjang jalan layang juga tengah dipasang ikon pucuk rebung melayu untuk menambah estetika.

Meskipun terdapat kendala dari faktor cuaca, Rudi optimistis bahwa proyek tersebut dapat selesai tepat waktu.

“Pemerintah pasti berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Meskipun ada kendala cuaca, tim di lapangan melakukan (pekerjaannya) secara maksimal,” kata Rudi.

Ia pun meminta masyarakat untuk mendukung proyek pemerintah serta bersabar hingga proyek tersebut selesai dan dapat dinikmati.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Batam terus berkembang, infrastruktur sempurna, ekonomi dan investasi bangkit, meningkatkan perdagangan internasional, serta muara akhir masyarakat lebih sejahtera,” imbuh Rudi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau