Advertorial

Hadiri Upacara HGN 2024, Bupati Klaten Tekankan Pentingnya Peran Guru

Kompas.com - 26/11/2024, 10:54 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2024 di Alun-alun Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (25/11/2024).

Upacara itu diikuti oleh pelajar dan tenaga pendidik se-Kabupaten Klaten, dengan Bupati Klaten Sri Mulyani sebagai inspektur upacara.

Dalam upacara tersebut, Sri membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang bertajuk “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.

Menurut Abdul Mu’ti, tema tersebut memiliki tiga makna. Pertama, penegasan tentang arti dan kedudukan penting para guru sesuai Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005. Pasal ini menekankan bahwa guru adalah pendidik profesional yang bertugas mengajar, mendidik, membimbing, dan menilai hasil belajar para murid.

Kedua, guru tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban dan memiliki peran krusial dalam mendidik murid-muridnya agar memiliki kecerdasan, keterampilan, serta karakter yang mulia.

Ketiga, guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Guru adalah ujung tombak dalam mencetak generasi bangsa yang mampu melanjutkan perjuangan serta bertanggung jawab memajukan bangsa dan negara.

“Guru hebat menentukan kualitas pembelajaran, kualitas lulusan, dan kualitas SDM,” ujar Sri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (26/11/2024).

Pada kesempatan itu, Sri menyatakan bahwa momen ini adalah kesempatan penting untuk memberikan apresiasi kepada para guru.

Ia juga menekankan bahwa HGN menjadi waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian guru dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Upacara Peringatan Hari Guru Nasional merupakan bagian dari doa masyarakat kepada para pendidik di Kabupaten Klaten yang telah mendedikasikan ilmu dan kesabarannya dalam memberi pendidikan yang baik kepada generasi selanjutnya,” tambah Sri.

Bupati Sri Mulyani saat memberikan penghargaan kepada para guru berprestasi pada upacara peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Kabupaten Klaten.Dok. Pemkab Klaten Bupati Sri Mulyani saat memberikan penghargaan kepada para guru berprestasi pada upacara peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Kabupaten Klaten.

Sri menambahkan, guru sebagai pendidik juga perlu mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis. Meski demikian, guru tidak boleh melupakan pendidikan akhlak.

Selain itu, lanjut Sri, para guru juga dituntut untuk memberikan pendidikan yang menyesuaikan perkembangan zaman.

“Maka dari itu, pendidikan akhlak harus selalu diberikan untuk membentuk akhlak generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Pada upacara peringatan HGN 2024 di Kabupaten Klaten, Sri juga menyerahkan penghargaan kepada guru-guru berprestasi dalam berbagai lomba dan pengabdiannya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau