KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) optimistis, gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Jatim pada Rabu (27/11/2024) akan berlangsung lancar, aman, dan kondusif.
Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi mengatakan, pihaknya telah melakukan semua upaya dalam menjalankan seluruh persiapan rangkaian Pilgub Jatim 2024, mulai tahapan awal sampai berakhirnya masa kampanye.
“Semoga apa yang telah kami lakukan sampai sejauh ini aman dan damai serta terkendali. Semoga tahapan selanjutnya, pencoblosan, penghitungan, penetapan sampai pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih Februari 2025 berjalan aman lancar dan damai,” ujar Aang dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.
Aang menjelaskan bahwa selain memastikan dan mematangkan kesiapan menjelang pemungutan dan penghitungan suara (tungsura), KPU Jatim juga menempuh “jalur langit” dengan menggelar doa bersama pada akhir pekan kemarin untuk memohon kelancaran pelaksanaan Pilkada 2024 kepada Tuhan YME.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar bersama lima pemuka agama lain memimpin doa bersama. Acara ini dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono, jajaran Kodam V/Brawijaya, Polda Jatim, perwakilan tiga pasangan calon gubernur, perwakilan parpol pengusung pasangan calon, dan organisasi kemasyarakatan.
Sebelumnya, KPU Jatim telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Serentak 2024 sebanyak 31.280.418 pemilih. Jumlah ini berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Jawa Timur dari penetapan yang dilakukan di 38 kabupaten/kota.
Dari jumlah DPT tersebut, tercatat sebanyak 15.410.935 pemilih laki-laki dan 15.869.483 pemilih perempuan.
Bila diklasifikasikan menurut usia, pemilih milenial (28–43 tahun) menjadi yang terbanyak dengan jumlah 9.592.498 orang, lalu diikuti generasi X (44–59 tahun) dengan jumlah 9.227.941 pemilih dari jumlah DPT tersebut.
Selanjutnya, generasi Z (17–27 tahun) dengan jumlah 6.693.860 pemilih, Baby Boomer (60–78 tahun) 5.120.134 pemilih, serta Pre Boomer (usia lebih dari 79 tahun) 645.985 pemilih.
Pantau kesiapan tungsura
Pilkada Jatim 2024 memang spesial ketimbang daerah lain dan menjadi perhatian masyarakat dunia. Pasalnya, tiga calon gubernurnya semuanya perempuan.
Pada Pilkada Jatim 2024, KPU Republik Indonesia (RI) menjadikan Surabaya sebagai tuan rumah kegiatan Electoral Visit Programe (EVP)-Indonesia's Simultaneous Regional Elections 2024.
EVP digelar dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai demokrasi dan kepemiluan dengan para pemangku kepentingan Pemilu di negara-negara sahabat mulai 2015. Program ini diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi Indonesia dalam mengembangkan dan memajukan demokrasi kepemiluan di kawasan Asia dan dunia.
Dengan menjadi tuan rumah EVP, Jatim mendapat kunjungan penyelenggara pemilu dari luar negeri. Rinciannya, 36 negara, 24 pegiat pemilu, 47 kedutaan asing, dan lima universitas luar negeri.
Ketua KPU RI Mochammad Afifudin bersama jajaran petinggi KPU RI juga hadir di acara pembukaan EVP 2024 di Hotel JW Marriot Surabaya, Senin (25/11/2024). Mereka menyambut para tamu dan menyampaikan pesan gelaran Pilkada Serentak 2024 akan memberikan pengalaman menggembirakan dalam penyelenggaraan kepemiluan dan demokrasi.
Ketua KPU RI bersama Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhi Karyono dan jajaran Polda Jawa Timur meninjau kesiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Pamekasan, Selasa (26/11/2024). Rombongan melakukan peninjauan di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami melihat kesiapan beberapa TPS. Kami meninjau dua TPS untuk memastikan persiapan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan desain TPS-nya. Kami memastikan, jajaran KPU Pamekasan sudah siap melaksanakan Pilkada yang digelar besok,” ujar Adhi.
Ia berharap, pelaksanaan pilkada berjalan lancar tanpa hambatan. Kemudian, partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dapat meningkat dari pesta demokrasi sebelumnya.
“Mudah-mudahan pilkada berjalan lancar dan pemilih datang berbondong-bondong menggunakan hak pilihnya,” katanya.
Pj Gubernur Jawa Timur Adhi Karyono juga mengapresiasi kesiapan dua TPS yang dikunjungi. Menurutnya, TPS yang ditinjau telah memenuhi pedoman teknis dan didukung petugas yang kompeten.
“Dua TPS yang kami tinjau sangat bagus, representatif, sesuai dengan pedoman. Saya lihat tadi, kesiapan petugasnya juga luar biasa. Apalagi, di TPS 5 ada anggotanya yang ahli IT yang menjamin proses rekapitulasi berjalan sesuai aturan,” tutur Adhi.
Luncurkan pusat data
KPU Jatim telah meluncurkan pusat data untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan Pilkada 2024 dan memberikan pelayanan secara prima kepada pemilih dan pemangku kepentingan, Senin (25/11/2024).
Peluncuran tersebut dihadiri jajaran Komisioner dan Sekretariat KPU Jatim, perwakilan KPU Kabupaten/Kota, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jatim, Kondang Kusumaning Ayu, serta puluhan jurnalis.
Keberadaan pusat data sangat penting untuk mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Jatim, terutama pada tahapan pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi penghitungan suara.
KPU Jatim optimistis Pilkada Serentak 2024 berjalan lancar.Pusat data ditempatkan di lantai 23 Hotel Doubletree Surabaya. Fasilitas sengaja ditempatkan di tempat yang tinggi agar kegiatan monitoring terhadap 38 kabupaten/kota, 666 kecamatan dan 60.751 TPS di Jatim bisa ter-update secara cepat dan cepat tertangani jika ada persoalan persoalan di lapangan.
Ketua KPU Jatim Aang Khunaifi menjelaskan, fungsi pusat data lebih dari seputar proses pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi penghitungan suara secara berjenjang terkait hasil Pilkada Jatim 2024.
Lebih jauh, fasilitas tersebut juga berfungsi untuk memproses berbagai data yang masih berkaitan dengan Pilkada 2024 di Jatim. Oleh karena itu, pihak yang berkepentingan dengan pelaksanaan Pilkada 2024 bisa di-update melalui pusat data.
Divisi Data KPU Jatim Insan Qoriawan menambahkan, pusat data yang dibuat melalui Sirekap bertujuan untuk percepatan informasi hasil penghitungan suara dari setiap TPS.
Menurutnya, KPU menyiapkan 20 orang operator untuk memantau seluruh TPS yang sudah mengirim dan belum mengirim data hasil penghitungan suara di TPS dan hasil rekap secara berjenjang.
Pusat data tersebut juga bisa difungsikan menjadi pusat bantuan karena proses pemungutan dan penghitungan suara kerap terjadi persoalan di lapangan.
Dengan demikian, petugas TPS dan KPPS yang membutuhkan penjelasan dari panitia penyelenggara Pilkada yang lebih tinggi dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
KPU, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Polri, TNI dan pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kota (pemkot), dan pemerintah kabupaten (pemkab) telah bahu-membahu menyukseskan Pilkada Serentak 2024.
Masyarakat Jatim diimbau untuk turut menjaga kualitas pesta demokrasi dan aktif berpartisipasi dalam Pilkada Serentak 2024 dengan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.
“Mari jaga kekondusifan Jatim dan gunakan hak pilih sebaik baiknya,” kata Aang.