Advertorial

Ukir Sejarah, Dinkes Kota Cilegon Raih Peringkat 1 dalam Pelayanan Publik Se-Provinsi Banten

Kompas.com - 05/12/2024, 13:56 WIB

KOMPAS.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon meraih penghargaan dalam ajang Penganugerahan Predikat Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang digelar oleh Ombudsman Provinsi Banten.

Pada ajang tersebut, Dinkes Kota Cilegon menempati peringkat pertama dalam kategori “Substansi Kesehatan” dengan skor 96,29.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ratih Purnamasari di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Banten, Rabu (4/12/2024).

“Alhamdulillah, Kota Cilegon melalui Dinkes-nya meraih peringkat pertama Substansi Kesehatan dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik se-Provinsi Banten,” ungkap Ratih dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/12/2024).

Ratih menuturkan, skor yang diraih Dinkes Kota Cilegon dalam ajang tersebut meningkat signifikan, dari 89,02 pada 2023 menjadi 96,29 pada 2024.

Ratih pun mengapresiasi kerja keras seluruh staf Dinkes Kota Cilegon yang telah berkontribusi besar dalam meraih penghargaan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pegawai Dinkes Kota Cilegon yang telah berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Cilegon,” tambahnya.

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Banten Fadli Afriadi mengatakan bahwa Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik telah digelar secara rutin sejak 2015.

Dalam penilaian pemerintah daerah (pemda) secara keseluruhan di Provinsi Banten, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan menduduki posisi ke-1, diikuti Pemkot Cilegon di posisi ke-2, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang posisi ke-3.

“Nilai keseluruhan pemda di Provinsi Banten meningkat dibandingkan 2023. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat,” ujar Fadli.

Skor 96,29 yang diraih Dinkes Kota Cilegon tak hanya menjadi kebanggan lokal, tetapi juga mengukuhkan Kota Cilegon sebagai salah satu daerah dengan layanan kesehatan publik terbaik di Provinsi Banten.

“Prestasi tersebut diharapkan mampu menjadi teladan bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tutur Fadli. (ADV)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau