Advertorial

Berkat Pendampingan BRI, Ainur Rahmatin Berhasil Berdayakan Komunitas Perempuan di Lamongan

Kompas.com - 05/12/2024, 20:39 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu kisah inspiratif yang muncul dari program itu adalah perjuangan Ketua Klaster UMKM Sabiq Bejo asal Desa Cluring, Kecamatan Kali Tengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Ainur Rahmatin. Ia berhasil mengembangkan usaha telur asin dan memberdayakan perempuan di desanya.

Ainur memulai usaha pengolahan telur asin pada 2009. Awalnya, ia menjual telur asin tradisional produksinya di pasar lokal.

Seiring waktu berjalan, Ainur pun berinovasi dengan menciptakan berbagai produk olahan telur asin bernilai tinggi, seperti kerupuk, makaroni, abon, dan sambal.

Produk-produk tersebut diolah sesuai selera lokal. Rasa asin pada produk olahan Ainur lebih lembut ketimbang telur asin dari daerah lain.

Kini, usahanya tidak hanya berkembang, tetapi juga turut membuka peluang baru di desanya lewat pemberdayaan sekitar 20 perempuan.

Ainur mengatakan, sebelumnya, banyak ibu rumah tangga di desanya bergantung sepenuhnya pada penghasilan suami yang mayoritas bekerja sebagai petani atau pekerja tambak.

"Dengan bergabung dalam usaha ini, mereka memiliki penghasilan sendiri sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (6/12/2024).

Produksi telur asin Ainur pun mengalami peningkatan signifikan dalam 5 tahun terakhir. Pada 2019, Ainur hanya memproduksi 20 butir telur asin per minggu. Kini, ia mampu menghasilkan hingga 5.000 butir per minggu.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari inovasi dan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas jaringan pemasaran.

Selain itu, kesuksesan bisnisnya juga disokong oleh pendampingan usaha dari BRI yang meliputi pemberian bantuan peralatan produksi, pelatihan kewirausahaan, hingga kesempatan untuk mengikuti pameran.

Untuk pemasaran daring, Ainur memanfaatkan platform yang dikembangkan BRI untuk UMKM, yakni Localoka, serta marketplace populer seperti Tokopedia.

Meski demikian, perjalanan Ainur tidak selalu mulus. Pandemi Covid-19 yang melanda pada 2020 menjadi tantangan besar bagi usahanya. Pembatasan aktivitas masyarakat yang diterapkan pemerintah menyebabkan distribusi produk telur asin sempat terhenti.

Ainur tidak menyerah. Dengan kreativitas dan semangat inovasi, ia memperkenalkan produk olahan baru, seperti kerupuk, makaroni, abon, dan sambal telur asin.

Diversifikasi produk ini berhasil menjaga kelangsungan usaha di tengah pandemi dan membuka peluang pasar baru yang lebih luas.

Kesuksesan Ainur Rahmatin menjadi bukti nyata dari keberhasilan program pemberdayaan UMKM yang digagas BRI.

Ainur kini menjadi salah satu Figur Inspiratif Lokal (FIL) yang dihadirkan BRI untuk menginspirasi para pelaku usaha lain agar terus berkembang serta memberi dampak positif bagi ekonomi lokal.

Adapun program FIL bertujuan untuk meningkatkan nilai sosial dan ekonomi serta mempercepat pemulihan ekonomi dengan memberdayakan UMKM, khususnya sosok-sosok inspiratif.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan, FIL merupakan bagian dari upaya BRI untuk memberikan apresiasi kepada individu yang telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Mereka memiliki inisiatif murni untuk memberi dampak positif yang signifikan bagi UMKM di lingkungan sekitar,” jelas Supari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau