Advertorial

DPRD Surabaya Apresiasi Revitalisasi Saluran, Soroti Penghijauan dan Infrastruktur Pendukung

Kompas.com - 08/12/2024, 19:49 WIB

KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Bahtiyar Rifa’i mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam merevitalisasi gorong-gorong yang usang serta membangun saluran air baru di sejumlah wilayah kota.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk meningkatkan infrastruktur perkotaan demi mencegah banjir dan memastikan saluran air berfungsi optimal.

Pada kesempatan itu, Bahtiyar juga menyampaikan sejumlah catatan penting terkait dampak proyek tersebut, terutama menyangkut penghijauan dan infrastruktur pendukung lain.

Salah satu kekhawatiran yang muncul dari warga adalah hilangnya pepohonan rindang di beberapa kawasan yang sebelumnya memberikan keteduhan.

“Kami berharap, Pemkot Surabaya segera melakukan reboisasi atau penanaman pohon pengganti yang sesuai dengan lokasi. Meskipun tidak sebesar sebelumnya, keberadaan pohon penting untuk menyerap karbon dioksida (CO2) dan menjaga kualitas lingkungan,” ujar Bahtiyar dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (8/12/2024).

Selain penghijauan, Bahtiyar juga menyoroti keberadaan tiang listrik di sejumlah titik yang dianggap mengganggu arus lalu lintas, terutama di jalan sempit yang menjadi lokasi proyek.

“Diperlukan koordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memindahkan tiang listrik. Dengan demikian, fungsi jalan dapat dimaksimalkan, terutama di area yang sering dilalui kendaraan bersimpangan,” tambahnya.

Politikus Gerindra itu juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertamanan Pemkot Surabaya untuk memanfaatkan bibit pohon yang telah tersedia. Ia mengusulkan agar bibit tersebut dialokasikan ke titik-titik penghijauan baru di area yang terdampak pembangunan.

“Selain tanggung jawab pemerintah, partisipasi masyarakat juga sangat penting. Saya mengimbau perangkat RT/RW di kawasan proyek revitalisasi untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun. Jangan sampai area tersebut disalahgunakan untuk parkir atau berjualan yang tidak sesuai peruntukannya,” tegas Bahtiyar.

Bahtiyar berharap, revitalisasi saluran air dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih baik, baik dari segi fungsi infrastruktur maupun keberlanjutan lingkungan.

“Pemkot Surabaya telah melakukan langkah yang tepat dengan merevitalisasi gorong-gorong dan membangun saluran baru. Namun, kami mendorong agar dampak-dampak, seperti penghijauan dan pemindahan tiang listrik, juga segera ditangani. Ini penting agar pembangunan dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah yang terintegrasi, Bahtiyar optimistis bahwa Surabaya dapat menjadi kota yang lebih nyaman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan pada masa depan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau