Advertorial

Sukses Gaet Pasar Dubai, Bali Nature Unjuk Gigi dalam Pameran BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Kompas.com - 01/02/2025, 15:16 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Bali selalu meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang pernah mengunjunginya.

Aroma dupa dari pura yang menyatu dengan semilir angin pantai, suara gemericik air di terasering sawah yang menenangkan, serta hangat dan harumnya minyak pijat berbahan alami yang digunakan di spa-spa tradisional, kerap membuat wisatawan rindu.

Hal itulah yang menginspirasi lahirnya Bali Nature–merek produk perawatan tubuh berbahan alami asal Bali.

Didirikan oleh Ni Putu Ayu Karina Dewi, bisnis ini lahir dari kecintaannya terhadap alam Pulau Dewata dan peluang besar yang ia lihat di industri pariwisata.

“Kami melihat banyak wisatawan mencari produk perawatan tubuh berbahan alami khas Bali. Dari sana, kami mulai dengan dua produk utama, yaitu minyak pijat (massage oil) dan garam mandi (bath salt),” ujar Karina saat ditemui Kompas.com dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (30/1/2025).

Untuk diketahui, Bali Nature merupakan salah satu dari 1.000 UMKM yang turut memamerkan beragam produk unggulan di ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025.

Manager Bali Nature itu bercerita, awalnya, produksi dilakukan dalam skala kecil dengan metode tradisional.Seiring bertambahnya permintaan, Bali Nature berinovasi dan mengembangkan lini produknya.

Kini, Bali Nature menghadirkan beragam produk turunan, mulai dari natural soap, body scrub, essential oil, body mist, body lotion, body butter, dan virgin coconut oil (VCO).

Kini, mereka juga memiliki pabrik yang telah memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), membuka jalan bagi ekspansi yang lebih luas.

Keistimewaan produk Bali Nature terletak pada penggunaan bahan baku lokal, termasuk VCO yang dibuat dari kelapa asli Bali.

“Kelapa Bali menghasilkan minyak yang lebih jernih dengan aroma khas. Ini yang membuat produk kami berbeda dan banyak diminati,” jelas Karina.

Tidak hanya populer di Indonesia, produk Bali Nature mulai mendapat perhatian di pasar internasional. Sejak 2022, pihaknya telah mengekspor 300 pcs produk, utamanya body butter, ke Dubai. Sebelumnya, mereka juga pernah mengirim dalam jumlah kecil ke Hong Kong dan Australia.

“Banyak pelanggan kami mengatakan bahwa saat memakai produk ini, mereka seperti kembali ke Bali, merasakan kembali suasana pantai dan spa yang menenangkan,” tambahnya.

Namun, ekspansi ke pasar global bukan tanpa tantangan. Karina mengungkapkan bahwa proses ekspor pertama ke Dubai menjadi pengalaman berharga bagi timnya dalam memahami regulasi ekspor yang berbeda di tiap negara.

“Saat pertama kali ekspor ke Dubai, kami baru tahu bahwa ada banyak sertifikasi yang harus dipenuhi. Prosesnya panjang karena kami harus mencari tahu sendiri dokumen apa saja yang dibutuhkan,” jelasnya.

Selain regulasi, faktor logistik juga menjadi tantangan tersendiri. Mengirim produk perawatan tubuh ke luar negeri memerlukan pengemasan khusus agar kualitas tetap terjaga.

“Banyak yang tidak menyadari bahwa pengiriman produk cairan, seperti losion atau minyak, memiliki aturan ketat, baik dari segi keamanan maupun standar kualitas. Kami harus belajar dan menyesuaikan dengan aturan di masing-masing negara,” terangnya.

Dukungan perbankan bagi UMKM

Pengalaman demi pengalaman membawa Bali Nature hingga sebesar sekarang. Tak dapat ditampik pula, dukungan perbankan, terutama dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, menjadi satu di antaranya.

Karina bercerita bahwa hubungan bisnis dengan BRI sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak kedua orangtuanya menjalankan usaha kelontong.

Ketika Bali Nature berkembang, BRI memberikan pendanaan yang memungkinkan Karina membangun pabrik sesuai standar BPOM.

Tak hanya itu, BRI juga memfasilitasi mereka dalam berbagai pameran nasional sehingga membuka peluang lebih besar untuk ekspansi bisnis.

“BRI benar-benar mendukung kami sebagai pelaku UMKM dari nol. Mereka memberikan kesempatan bagi usaha kecil untuk tumbuh, bukan hanya ketika kami sudah besar,” ungkap Karina.

Dengan bantuan finansial lewat kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 1 miliar dari BRI, Bali Nature kini mampu meningkatkan kapasitas produksi dan bersaing dengan produk-produk global.

Kesuksesan Bali Nature tak lepas dari dukungan perbankan, terutama dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ketika Bali Nature berkembang, BRI memberikan pendanaan yang memungkinkan Karina membangun pabrik sesuai standar BPOM.Dok. KOMPAS.com/Yakob Arfin Kesuksesan Bali Nature tak lepas dari dukungan perbankan, terutama dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ketika Bali Nature berkembang, BRI memberikan pendanaan yang memungkinkan Karina membangun pabrik sesuai standar BPOM.

Karina berharap ke depan, BRI bisa memberikan lebih banyak pelatihan dan bimbingan khusus bagi UMKM yang ingin menembus pasar ekspor.

“Kami sempat mengikuti webinar dari BRI tentang ekspor, tapi kalau ada bimbingan lebih mendalam, tentu akan sangat membantu,” ujarnya.

Saat ini, produk Bali Nature sudah tersebar di berbagai sentra oleh-oleh serta supermarket di Bali, dengan omzet mencapai Rp 300 juta per bulan.

Namun, Karina tidak ingin berhenti di sini. Ia ingin membawa produk khas Bali ke lebih banyak negara dan memperkenalkan manfaat bahan alami Indonesia ke dunia.

Selain ekspansi bisnis, Karina juga ingin terus memperkenalkan pentingnya penggunaan bahan alami dalam produk perawatan tubuh.

Baginya, kecantikan tidak hanya tentang tampilan luar, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan kulit dengan bahan-bahan terbaik yang ditawarkan oleh alam.

“Setiap kali pelanggan memakai produk kami, saya ingin mereka merasakan kembali suasana damai dan hangatnya Bali,” kata Karina.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam gelaran BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (30/1/2025).Dok. BRI Direktur Utama BRI Sunarso dalam gelaran BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (30/1/2025).

Komitmen BRI dukung UMKM mendunia

Pada kesempatan sama, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI fokus kepada bisnis UMKM serta konsisten menumbuhkembangkan dan memberdayakan pelaku UMKM di Tanah Air.

Pada tahun ini, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 diikuti oleh 1.000 UMKM terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya hanya 700 UMKM Bazaar.

“Dengan melihat pertambahan dari sisi peserta UMKM, BRI pun menargetkan sales volume tahun ini mencapai Rp 38 miliar,” kata Sunarso.

Adapun jumlah pengunjung ekshibisi diproyeksikan menembus 50.000 orang. Angka ini naik signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya dengan 26.315 pengunjung.

BRI juga menargetkan business matching senilai 89,4 juta dollar AS sepanjang 2025 atau setara Rp 1,44 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian 81,3 juta dollar AS pada 2023.

Tahun ini, jumlah pembeli dan negara yang berpartisipasi dalam business matching diproyeksikan meningkat menjadi 94 buyers dari 33 negara, dibandingkan 86 buyer dari 30 negara pada tahun lalu.

Sebagai perbandingan, pada penyelenggaraan perdana di 2019, business matching mencatat nilai 33,5 juta dollar AS dengan 16 buyer dari 7 negara. Nilai ini meningkat menjadi 57,5 juta dollar AS pada 2020, melibatkan 26 buyer dari 11 negara.

Tren positif tersebut berlanjut dengan pencapaian 81,3 juta dollar AS pada 2023. BRI juga berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengadakan business matching secara rutin sebanyak dua kali dalam sebulan. Hal ini guna memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM binaan BRI.

Informasi lebih lanjut terkait gelaran tersebut dapat diakses melalui https://briumkmexport.com/.

Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau