Advertorial

Berkat BRI, Produk Aromaterapi Balee Scents Siap Melangkah ke Pasar Dunia

Kompas.com - 11/02/2025, 15:11 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memperluas pasarnya hingga ke tingkat internasional.

Melalui BRI UMKM EXPO(RT) 2025, BRI memberikan kesempatan bagi UMKM unggulan untuk meningkatkan daya saingnya, salah satunya Balee Scents yang bergerak di sektor healthcare and wellness.

Seperti diketahui, BRI sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang resmi ditutup pada Minggu (2/2/2025).

Melalui inisiatif strategis itu, BRI berkomitmen untuk mendorong semakin banyak UMKM binaan yang naik kelas dan berhasil menjangkau pasar internasional.

Acara yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City tersebut sukses dihadiri oleh lebih dari 69.000 pengunjung.

BRI UMKM EXPO(RT) 2025 juga mencatatkan transaksi lebih dari Rp 40 miliar dan berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai 90,6 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Balee Scents lahir pada 2022, berawal dari kecintaan Jennifer Putri Leona terhadap produk aromaterapi serta keinginannya menghadirkan pilihan yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.

“Sejak lama, saya memiliki ketertarikan pada aromaterapi, tetapi sering kali menemukan bahwa produk berkualitas memiliki harga yang cukup tinggi,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (11/2/2025).

Jennifer mengatakan, hal itu mendorongnya untuk menghadirkan pilihan yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas.

Ia mengungkapkan. dukungan BRI memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnisnya.

Saat itu, Jennifer dikenalkan dengan pemberdayaan BRI seorang kenalan yang lebih berpengalaman di dunia UMKM.

“Dari sana, kami belajar strategi penyelenggaraan event hingga akhirnya berkesempatan tampil di BRI UMKM EXPO(RT) 2025,” jelasnya.

Saat ini, produk Balee Scents dijual dengan harga mulai dari Rp 79.000 untuk lilin hingga Rp 400.000 untuk hampers eksklusif dalam kemasan hardbox.

Jennifer menambahkan, ajang itu juga menjadi peluang besar bagi UMKM untuk lebih dikenal di tingkat global. Ia optimistis bahwa produk berbasis aromaterapi memiliki potensi kuat untuk bersaing dengan merek internasional.

“Saya berharap produk UMKM kami bisa lebih dikenal di mancanegara, terutama karena terinspirasi dari Bali, seperti Seminyak, Ubud, dan Canggu. Saya ingin membawa produk ini agar bisa bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Memperkuat ekosistem UMKM

Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto menegaskan, BRI terus memperkuat ekosistem UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan global.

“BRI memahami bahwa untuk dapat bersaing di pasar internasional, UMKM tidak hanya membutuhkan produk berkualitas, tetapi juga strategi pemasaran yang tepat dan akses ke jejaring bisnis global,” katanya.

Amam menilai, produk seperti Balee Scents menunjukkan bahwa UMKM Indonesia mampu berinovasi dan memiliki daya saing di pasar global.

“Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk memberikan dukungan menyeluruh bagi UMKM, baik dalam peningkatan kapasitas bisnis, penguatan daya saing, hingga bantuan perluasan pasar melalui berbagai inisiatif strategis,” ujarnya.

Dari sisi kinerja usaha, Balee Scents mencatat pertumbuhan omzet yang signifikan setiap tahunnya.

Musim penjualan, seperti Lebaran dan Natal, menjadi momen dengan permintaan tertinggi. Sebab, Balee Scents pernah mencapai omzet hingga Rp 100 juta dalam satu periode.

Dengan adanya BRI UMKM EXPO(RT) 2025, pencapaian itu diharapkan dapat terus meningkat dengan memperluas pasar ke skala internasional.

Saat ini, produk Balee Scents dapat ditemukan melalui Instagram @BaleeScents serta di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

Sebagai informasi, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 merupakan upaya BRI dalam membuka akses pasar global bagi UMKM Indonesia.

Program tersebut memberikan peluang bagi UMKM terpilih untuk terhubung dengan calon pembeli internasional serta mendapatkan pendampingan dan pelatihan guna meningkatkan daya saing di kancah global.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau