Advertorial

PNM Adakan Program Sosialisasi untuk Tingkatkan Literasi dan Inklusi Stunting Warga Desa Towale

Kompas.com - 21/02/2025, 15:40 WIB

KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang kepada keluarga nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan masyarakat desa.

Sosialisasi tersebut PNM lakukan melalui program Madani Care Stunting yang diadakan selama tiga bulan di Desa Towale, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Dalam program itu, PNM akan memberikan edukasi mengenai stunting serta pemeriksaan kesehatan sekaligus pemberian makanan bergizi untuk 34 anak-anak desa dan satu orang ibu hamil.

Program tersebut PNM lakukan bersama sejumlah tenaga kesehatan dan ahli gizi.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, perempuan memiliki peran besar dalam menekan angka stunting di lingkungan keluarganya.

Hal tersebut lantara perempuan punya multiperan sebagai seseorang yang mengalami kehamilan dan ibu yang mempersiapkan menu bergizi untuk keluarga.

“Perempuan yang berdaya memiliki peluang lebih besar untuk membentuk keluarga yang sehat. Ini menjadi perhatian kami di PNM untuk meningkatkan literasi dan inklusi ibu-ibu terhadap gizi dirinya selama kehamilan serta untuk anak-anak di masa emas kehidupan,” ujar Arief dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (21/2/2025).

Dalam kegiatan sosialisasi, tambah Arief, warga desa akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyebab dan dampak stunting serta langkah-langkah pencegahannya.

Lewat upaya tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengadopsi pola hidup sehat dengan menerapkan pola makan bergizi yang sesuai dengan standar.

Selain edukasi, ibu hamil dan anak-anak dapat melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini risiko stunting serta memberikan intervensi yang diperlukan.

Pemeriksaan itu meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan kadar tekanan darah dan gula darah, dilanjutkan dengan konsultasi bersama tenaga medis.

PNM berharap, masyarakat dapat mengadopsi pola hidup sehat dengan menerapkan pola makan bergizi yang sesuai dengan standar.Dok. PNM PNM berharap, masyarakat dapat mengadopsi pola hidup sehat dengan menerapkan pola makan bergizi yang sesuai dengan standar.

“Intervensi melalui pemberian makanan bergizi selama 90 hari bertujuan untuk membangun kebiasaan baru di masyarakat. Setelah itu, kami harap, warga desa mulai mandiri dan bersama-sama mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting untuk mencetak generasi emas,” jelas Arief.

Arief juga berharap, program sosialisasi dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di Desa Towale, Kabupaten Donggala dan sekitarnya.

“Dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat, diharapkan program ini dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” terang Arief.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau