Advertorial

DPRD Surabaya Dukung Program Prioritas Utama Terkait Peningkatan Kesejahteraan

Kompas.com - 09/03/2025, 15:44 WIB

KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendukung penuh program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. 

Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono usai Wali Kota (Walkot) Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Walkot Armuji menyampaikan pidato masa jabatan 2025-2030 dalam rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, Senin (3/3/2025). 

Adi menegaskan komitmen DPRD Surabaya untuk bekerja sama dengan Pemkot Surabaya dalam memastikan implementasi program-program tersebut dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi warga Kota Pahlawan.

“DPRD Surabaya akan terus memberikan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan yang pro-rakyat dan mampu menjawab tantangan kota ini. Kami siap berkolaborasi untuk mewujudkan Surabaya yang lebih baik,” ujar Awi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (6/3/2025).

DPRD Surabaya berharap, program-program prioritas tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. 

“Sinergi antara Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya dapat mempercepat pencapaian pembangunan di seluruh sektor, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan infrastruktur ramah lingkungan,” kata Awi.

Harapan tersebut juga diikuti dengan komitmen DPRD Surabaya untuk mengawasi jalannya program, memastikan alokasi anggaran yang tepat, serta mendengarkan aspirasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. 

Dengan begitu, Surabaya dapat menjadi kota yang semakin maju, inklusif, dan nyaman bagi seluruh warga.

“Kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Seluruh program harus berpihak pada rakyat. Kami akan terus memberikan dukungan penuh untuk itu,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu juga mendorong untuk menuntaskan proyek yang sempat tertunda, termasuk penanganan banjir. 

Sebab, jika tidak diatasi dengan cepat, banjir dapat mengakibatkan penurunan kesejahteraan dan ekonomi warga. 

“Itu adalah salah satu multiplier effect akibat banjir, selain pergerakan atau distribusi barang. Warga yang semula bisa berjualan jadi terhalang banjir dan tak bisa berjualan. Keluhan itu harus segera diatasi, salah satunya dengan pembuatan saluran,” kata Awi. 

Awi menambahkan, program lain yang juga dinilai perlu menjadi perhatian adalah perihal pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan harus menjadi prioritas. 

“Kami akan menyerap hal-hal yang menjadi prioritas pembangunan. Ke depan, sinergi yang baik antar-elemen harus terus diciptakan demi pembangunan Surabaya yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan,” paparnya.

Untuk diketahui, rapat tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan dewan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diwakili Asisten 1 Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto, kepala daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau