Advertorial

Hadirkan Rektor IAIS, IPDN Gelar Dies Natalis Ke-69 secara Sederhana

Kompas.com - 18/03/2025, 11:19 WIB

KOMPAS.com - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menghadirkan Rektor Institut Agama Islam Sukabumi (IAIS) Prof Dr Drs H Zainal Abidin, MAg, dalam Dies Natalis ke-69 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor, Selasa (18/3/2025).

Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan, sivitas akademika, praja IPDN, serta turut disaksikan secara daring oleh seluruh kampus daerah IPDN.

Rektor IPDN Prof Dr Drs H Hadi Prabowo, MM, berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut mengembangkan IPDN hingga mencatatkan segudang prestasi dan reputasi baik di usia ke-69.

“Dalam usia tersebut, IPDN telah berkembang menjadi perguruan tinggi kedinasan hebat. Eksistensi IPDN sudah tidak diragukan lagi dan sudah diakui masyarakat Indonesia,” ujar Hadi dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/3/2025).

IPDN, lanjut Hadi, akan terus berbenah diri untuk melakukan evaluasi atas kinerja dan capaian yang belum terwujud. Ia berharap, rencana yang belum terwujud dapat menjadi motivasi dan semangat untuk terus memberikan dan mengusahakan yang terbaik.

Rektor IPDN Prof Dr Drs H Hadi Prabowo. Dok. IPDN Rektor IPDN Prof Dr Drs H Hadi Prabowo.

Ia meyakini bahwa ke depan, IPDN dapat menjadi pendidikan tinggi kepamongprajaan yang unggul, professional, berintegritas, dan berdaya saing sesuai dengan visinya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor IPDN berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama selama masa jabatannya. Ia juga berharap, proses akreditasi IPDN akan berjalan dengan lancar.

Sebagai informasi, Hadi telah menjabat sebagai Rektor IPDN selama 5 tahun. Akhir Maret 2025 akan menjadi periode terakhir dirinya menjabat sebagai Rektor IPDN.

“Seperti yang diketahui bersama, IPDN memiliki tujuh program studi yang sudah dinyatakan unggul. Ke depan, semoga IPDN akan mendapatkan status ‘unggul’,” tuturnya.

Selain Dies Natalis, IPDN juga akan meresmikan tiga gedung fakultas, yakni Fakultas Manajemen Pemerintahan, Fakultas Politik Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat.

Ketiga gedung fakultas tersebut merupakan bantuan alih status dari Kementerian Pekerjaan Umum ke Kementerian Dalam Negeri yang dimanfaatkan IPDN.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau