Advertorial

Terapkan Budaya Kerja Inklusif, BRI Raih Penghargaan Anugerah Avirama Nawasena dari SBM ITB

Kompas.com - 22/03/2025, 13:44 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapatkan pengakuan atas komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada ajang Anugerah Avirama Nawasena 2024 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), BRI meraih penghargaan untuk kategori Organisation and Work Culture for Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) Practices.

Anugerah Avirama Nawasena merupakan penghargaan tahunan dari SBM ITB kepada individu, perusahaan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta organisasi nirlaba yang berkontribusi dan berkomitmen dalam mendorong inovasi serta menggerakkan masyarakat menuju ekonomi berkelanjutan pada masa depan.

Direktur Kepatuhan BRI A Solichin Lutfiyanto mengatakan, perusahaan menjadikan keberagaman sebagai strategi utama dalam memperkuat daya saing, bukan sekadar konsep.

BRI, lanjutnya, percaya bahwa lingkungan kerja yang inklusif memungkinkan setiap individu untuk berkembang dan berkontribusi secara maksimal.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat budaya kerja yang inklusif serta menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (22/3/2025).

Dengan ragam pekerja yang dimiliki, BRI berkomitmen mendorong penciptaan tempat kerja yang inklusif dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, keberagaman, dan non-diskriminasi dalam pengembangan karier.

Komitmen tersebut dituangkan ke dalam ketentuan internal BRI mengenai Respectful Workplace Policy atau Kebijakan Berperilaku Saling Menghormati di Tempat Kerja.

Tidak hanya itu, BRI juga merilis kebijakan yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM).

BRI turut melakukan proses uji tuntas HAM melalui metode self-assessment yang ditetapkan Kementerian Hukum dan HAM melalui aplikasi PRISMA.

Berdasarkan proses uji tuntas tersebut, BRI mendapatkan kategorisasi Hijau yang menandakan kepatuhannya terhadap Standar Indikator Penilaian Risiko Bisnis dan HAM.

Indikator itu pun menegaskan komitmen BRI yang kuat terhadap pemenuhan HAM.

Sejak 2023, BRI juga bergabung ke dalam United Nations Global Compact (UNGC). Upaya ini menunjukkan komitmen BRI dalam penerapan 10 prinsip berkaitan dengan tata kelola, HAM, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi, serta dukungan atas pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Solichin melanjutkan, implementasi DEI bukan tidak berdampak pada internal perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong perekonomian yang lebih inklusif.

Dia menegaskan, BRI akan terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya.

“Implementasi DEI tidak hanya diterapkan di lingkungan internal perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM," tegasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau