KOMPAS.com - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Gizi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) menyelenggarakan edukasi penanganan gizi masyarakat dan tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut ditujukan bagi masyarakat dalam rangka mendukung pemerintah meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta penanganan terkait pentingnya gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang anak dari perspektif gizi dan psikologi.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI Didi Sukyadi mengatakan, program tersebut merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami
“Kegiatan tersebut dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kuliah kerja nyata (KKN), program penguatan profesional kependidikan (P3K), seminar kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak, serta pelatihan penyusunan menu dan pengolahan makanan yang sehat bergizi tapi terjangkau secara ekonomi,” ujar Didi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (25/3/2025).
Didi melanjutkan, guna mendukung keberhasilan edukasi gizi, kesehatan masyarakat, serta tumbuh kembang anak, UPI juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).
Dalam kerja sama tersebut, UPI menerjunkan 2.046 mahasiswa untuk terlibat dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) dan Penguatan Profesional Kependidikan (P3K). Rinciannya, P2MB diikuti 426 mahasiswa dan P3K 1.617 mahasiswa.
Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran
Program yang hadir di 207 yang tersebar di 15 kabupaten/kota, 71 kecamatan, dan 150 desa itu diikuti oleh mahasiswa dari 39 program studi di UPI. Mereka turut didampingi 335 dosen pembimbing dan 621 guru pamong.
“Melalui kolaborasi program pengabdian pada masyarakat dan praktik kerja lapangan tersebut, UPI turut membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, terutama dalam dua program, yaitu Zero New Stunting dan Zero Food Waste,” terangnya.
Edukasi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak
Baca juga: Terungkap Sosok Pemilik Clairmont, Ternyata Anak Pendiri Matahari
Pada kesempatan sama, Ketua Program Studi (Kaprodi) Gizi Syifa F Syihab menjelaskan bahwa edukasi kebutuhan gizi bagi masyarakat serta optimalisasi tumbuh kembang anak dilakukan melalui pelatihan penyusunan menu dan pengolahan makanan yang terjangkau secara ekonomi.
Terselenggara di Laboratorium Kulinari dan Dietetik FPOK UPI, program tersebut dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang pendekatan gizi dan psikologi dapat diterapkan secara mudah oleh masyarakat.
“Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka mendukung kesehatan fisik dan psikologis secara holistik,” paparnya.
Syifa menambahkan, materi seminar dan pelatihan edukasi gizi membahas tentang asupan kebutuhan gizi pada anak serta jenis makanan yang sesuai dengan usia pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain itu, dibahas pula tahap perkembangan dan pertumbuhan anak, gangguan makan pada anak, cara mengelola katering sehat, serta penerapan kebiasaan konsumsi real food pada anak.
“Pengetahuan tentang psikologi anak dan gizi yang tepat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan perkembangan optimal anak-anak,” kata Syifa.