Advertorial

BRI Peduli Beri Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Desa BRILiaN Jatihurip

Kompas.com - 26/03/2025, 17:03 WIB

KOMPAS.com – Jauh di jantung Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), terdapat Desa Jatihurip. Desa ini pernah mengikuti program Desa BRILiaN oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada 2020.

Desa Jatihurip merupakan contoh desa dengan kemandirian ekonomi yang masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan budi daya ikan sebagai tulang punggung perekonomian.

Tak hanya menawarkan pemandangan lahan pertanian dan kolam budi daya ikan, Desa Jatihurip juga dikenal dengan aliran sungainya yang alami serta bermanfaat.

Salah satu sungai utama yang melintasi desa itu adalah Sungai Cidadap. Aliran sungainya tidak hanya menjadi sumber air utama untuk kebutuhan pertanian dan perikanan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan bagi warga desa.

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik di Desa BRILiaN Jatihurip, BRI Peduli selaku payung dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BRI menyalurkan bantuan berupa satu unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) bagi warga desa tersebut.

PLTMH berkapasitas 2,3 KW itu mampu menghasilkan listrik sebanyak 7.588 KWh per tahun dan mampu melistriki 200 kepala keluarga (KK) di Desa Jatihurip.

Oleh karena itu, keberadaan PLTMH diharapkan mampu membantu penghematan listrik dan biaya listrik bulanan masyarakat desa sebesar 40 persen serta pengurangan emisi karbon sebanyak 6,07 ton C02e per tahun.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan, penyaluran bantuan PLTMH di Desa Jatihurip merupakan wujud kepedulian BRI dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, terutama dalam pengembangan energi terbarukan di wilayah perdesaan sebagai solusi listrik ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penyediaan listrik berkelanjutan juga demi membantu memenuhi kebutuhan masyarakat desa, khususnya untuk fasilitas umum dan ekonomi lokal.

Maka dari itu, Hendy berharap, PLTMH bisa mendorong perekonomian Desa Jatihurip.

“Desa Jatihurip merupakan desa binaan BRI yang memiliki aliran sungai memadai sehingga sangat layak untuk dijadikan model percontohan dalam implementasi dan inovasi program energi baru terbarukan (EBT). Bantuan ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi masyarakat dalam memahami teknologi energi bersih,” ujar Hendy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (26/3/2025).

Kehadiran PLTMH diharapkan bisa mendorong perekonomian Desa Jatihurip.Dok. BRI Kehadiran PLTMH diharapkan bisa mendorong perekonomian Desa Jatihurip.

Dalam pelaksanaannya, BRI berkolaborasi dengan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) selaku pelaksana pembangunan PLTMH.

IBEKA sendiri merupakan organisasi yang berpengalaman dalam pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.

Untuk mendukung implementasi energi terbarukan di Desa Jatihurip, BRI Peduli juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi mengenai energi terbarukan, manfaat listrik, pelatihan operator dan administrasi PLTMH, serta pelatihan budi daya pertanian hidroponik.

“Semoga, PLTMH bisa terus dijaga dan dirawat keberadaannya sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jatihurip. PLTMH juga diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan energi bersih untuk masa depan yang lebih baik,” tutur Hendy.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, BRI Peduli juga mengadakan berbagai program pendampingan, seperti sosialisasi energi terbarukan (PLTMH), edukasi manfaat listrik bagi masyarakat, serta pelatihan operator dan administrasi PLTMH yang melibatkan 144 warga desa.

Melalui inisiatif tersebut, BRI Peduli terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Jatihurip Ilyas Ghazali mengatakan, keberadaan PLTMH di desa tersebut akan mendukung kegiatan ekonomi warga desa.

Selain dimanfaatkan untuk penerangan jalan, listrik dari PLTMH juga membantu mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

Saat ini, masyarakat Desa Jatihurip sedang mengembangkan biofolk atau teknologi budi daya ikan yang memanfaatkan mikroorganisme di air kolam.

Keberadaan PLTMH dinilai sangat membantu karena akan menjadi solusi penyediaan listrik bagi keberlangsungan biofolk di Jatihurip yang pada akhirnya dapat mendorong efisiensi dan produktivitas usaha.

“Harapannya setelah ada PLTMH ini adalah perekonomian masyarakat kami bisa terangkat dan usaha warga juga terus berkembang. Dengan begitu, Desa Jatihurip menjadi desa yang mandiri dan maju,” jelas Ilyas.

Sebagai informasi, Desa BRILian sendiri program pemberdayaan desa dari BRI yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul dengan semangat kolaborasi demi mengoptimalkan potensi desa berbasis SDG's.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau