Advertorial

Hindari Puncak Arus Balik di Tol Cipali, Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal dan Manfaatkan Diskon Tarif Tol

Kompas.com - 04/04/2025, 16:15 WIB

KOMPAS.com - Memasuki periode arus balik Lebaran 2025, pemudik diimbau menghindari puncak arus balik guna mengantisipasi terjadinya kepadatan. 

Berdasarkan informasi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Sabtu (5/4/2025) hingga Senin (7/4/2025).

Sejak Kamis (3/4/2025) pukul 16.25 WIB, telah diberlakukan rekayasa lalu lintas one way arah Jakarta pada Km 188 Palimanan hingga Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Rekayasa tersebut dilakukan sebagai antisipasi kepadatan akibat tingginya volume lalu lintas. 

Ketika berkendara pada jalur one way, pengguna jalan tol diimbau untuk tetap memperhatikan batas kecepatan maksimal di jalan tol luar kota, yakni 100 km per jam, menjaga batas jarak aman dengan kendaraan lain, serta menepi ke sisi paling kiri jalan dan menghubungi petugas jika terdapat kendala dalam perjalanan.

“Kami mengimbau pemudik untuk dapat pulang lebih awal dan menghindari periode yang diprediksi menjadi puncak arus balik. Pemudik dapat sekaligus memanfaatkan diskon tarif tol yang berlaku di Ruas Tol Cikopo–Palimanan,” ujar Direktur Operasional ASTRA Infra Toll Road Cikopo–Palimanan Rinaldi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (4/4/2025).

Untuk diketahui, ASTRA Infra Toll Road Cikopo–Palimanan memberlakukan diskon tarif tol sebesar 20 persen mulai Kamis (3/4/2025) pukul 05.00 WIB hingga Sabtu (5/4/2025) pukul 05.00 WIB. 

Diskon tarif tol tersebut berlaku bagi pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan menerus dari Semarang (asal gerbang tol Kalikangkung) menuju gerbang tol Cikampek Utama.

“Kami berharap, melalui pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way oleh pihak Kepolisian serta penerapan diskon tarif, menjadi langkah yang efektif untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan pada puncak arus balik,” imbuh Rinaldi.

Memasuki periode arus balik, terpantau mulai terjadi peningkatan arus lalu lintas di ruas tol Cikopo–Palimanan. 

Menyambut kembalinya masyarakat selepas mudik lebaran, ASTRA Tol Cipali telah memastikan kesiapan infrastruktur jalan, penyiagaan petugas, serta kesiapan sarana prasarana di rest area

Dengan peningkatan arus kendaraan, pengguna jalan diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan optimal, serta kondisi fisik pengemudi yang prima, sehingga siap untuk menempuh perjalanan kembali. 

Pemudik juga perlu memastikan kecukupan bahan bakar untuk menghindari terjadinya kendala di tengah perjalanan. 

Di ruas tol Cikopo–Palimanan, pemudik dapat memanfaatkan rest area Km 166 A, Km 164 B, Km 130 A dan B, Km 102 A, Km 101 B, serta Km 86 A untuk melakukan pengisian bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain itu, pastikan saldo kartu uang elektronik cukup sampai tempat tujuan untuk menghindari bertambahnya antrean kendaraan akibat kendaraan dengan saldo kurang dan menghambat perjalanan kendaraan lain. 

Pemudik juga diimbau untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika merasa lelah atau mengantuk. 

Adapun pengemudi diimbau untuk beristirahat di rest area. Atau jika rest area penuh, pemudik dapat mencari tempat istirahat ataupun pengisian bahan bakar di luar tol, untuk nantinya masuk kembali dan melanjutkan perjalanan tanpa dikenakan biaya tarif tol tambahan. 

Para pengemudi dilarang menggunakan bahu jalan untuk beristirahat, karena berbahaya dan membahayakan pengendara lain. Bahu jalan hanya digunakan untuk kondisi darurat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau