Advertorial

UKSW Lahirkan Generasi “Creative Minority”, Siap Jadi Agen Perubahan dari Salatiga untuk Indonesia

Kompas.com - 25/04/2025, 15:58 WIB

KOMPAS.com – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (24/4/2025). Sebanyak 496 lulusan resmi dikukuhkan dalam Upacara Wisuda Periode II Tahun 2025 yang berlangsung dalam Rapat Terbuka Senat Universitas.

Rektor UKSW Prof Intiyas Utami memimpin prosesi pelepasan lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma, sarjana, magister, hingga doktor. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Senat Universitas Prof Apriani Dorkas Rambu Atahau.

Dalam sambutannya, Rektor Intiyas menyampaikan kebanggaannya atas capaian para lulusan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah selama menempuh pendidikan di UKSW.

Ia juga mengajak para lulusan untuk mengenang kembali perjuangan orangtua yang mendampingi langkah mereka, sambil menyanyikan lagu "Di Doa Ibuku Namaku Disebut", menciptakan suasana emosional di ruangan.

Sebagai bentuk apresiasi, ia menyampaikan terima kasih kepada para orangtua dan keluarga yang telah memercayakan putra-putrinya menempuh pendidikan di UKSW.

Bukan sekadar gelar akademis

Dalam pesannya, Rektor Intiyas menekankan bahwa gelar yang disandang para lulusan bukan semata simbol akademis, melainkan juga amanah untuk memberi kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia turut menyoroti pentingnya karakter unggul, seperti integritas, kejujuran, kerja sama, dan kepedulian sosial, yang telah ditanamkan selama masa studi.

“Jadilah ‘Creative Minority’ yang membanggakan dan terus semangat menginspirasi perubahan,” ucapnya seperti dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/4/2025).

UKSW sendiri terus menunjukkan prestasinya di tingkat nasional dan internasional. Prestasi tersebut di antaranya, perolehan bintang tiga dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) Stars dan bintang lima untuk kategori keterserapan kerja (employability).

Tak hanya itu, UKSW juga menempati peringkat 91 dunia versi Times Higher Education untuk kategori pendidikan berkualitas (quality education). 

Rektor Intiyas turut menyoroti pentingnya peran alumni dalam pencapaian tersebut. Menurutnya, lulusan adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan institusi.

Pada kesempatan ini, ia juga memperkenalkan transformasi kurikulum terbaru UKSW yang menggantikan skripsi dengan Tugas Talenta Unggul (TTU). Tugas ini bukan lagi berbentuk ujian skripsi yang menegangkan, melainkan produk inovatif yang didiseminasikan melalui ekspo, sesuai profil program studi masing-masing.

Langkah awal menuju perubahan

Sekretaris Daerah Kota Salatiga Ir Wuri Pujiastuti yang juga alumnus UKSW turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan kebanggaannya kepada para lulusan yang diyakininya mampu membawa perubahan positif lewat inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia pun mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan titik awal bagi seseorang untuk berkiprah sebagai agen perubahan.

Bagi para lulusan, terutama yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia, masa studi di UKSW telah meninggalkan kesan mendalam.

Salah satunya adalah Ferlita Kale, MSi, seorang lulusan Fakultas Biologi. Ia mengaku, perkuliahan di UKSW tidak sekadar urusan nilai, tapi juga pengalaman membentuk karakter, kemandirian, tanggung jawab, dan kepekaan sosial.

“Terima kasih untuk semua dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga yang sudah mendukung. Ini adalah awal dari perjalanan baru dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Penghargaan bagi lulusan terbaik

Prestasi akademik pun mewarnai upacara wisuda kali ini. Pada jenjang diploma tiga (D3), lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih Karin Angel Yansen, AmdKom, dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi FTI, dengan IPK 3,14.

Pada jenjang Sarjana Terapan, Ruth Vania Kusumo, STr Par, dari Prodi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin mencatat IPK 3,70. Sementara itu, untuk jenjang strata satu (S1), Esra Elisabeth, SPd, dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mencatat IPK sempurna, yakni 4,00.

Empat lulusan magister atau strata dua (S2) juga mencetak IPK 4,00, yaitu Kiki Clara Popang dan Helpin Maryand Sihombing (Magister Sosiologi Agama), Benediktus Bani (Magister Administrasi Pendidikan), dan Hendrik Rensink (Magister Studi Pembangunan).

Di jenjang doktor atau strata tiga (S3), Dr Erwan Rachmat dan Dr Tri Ratna Purnamarini dari Prodi Doktor Manajemen FEB mencetak IPK 3,94. Selain unggul secara akademik, sebanyak 17 lulusan juga berhasil memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sebagai penutup, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Prof Yafet Yosafet Wilben Rissy menyerahkan para lulusan kepada Ikatan Alumni Satya Wacana (IKASATYA), diwakili oleh Pendeta (Pdt) Dra Novadyette Mailoa – Nahusona, MSi.

Upacara ini juga dihadiri oleh jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), yakni Ketua Drs MZ Ichsanudin MM, Sekretaris Ir Fence Emanuel Lase, dan Bendahara Dr Heri Usodo SE MKom.

Turut hadir pula Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Dony Lumenta bersama istri, Syliane Lumenta-Pangalila, untuk mendampingi wisuda putrinya, Dhea Eucharisty Lumenta, SE, yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dan kini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow.

Komitmen terhadap pendidikan berkualitas

Upacara wisuda kali ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana serta Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta yang mendampingi putrinya, Dhea Eucharisty Lumenta, SE, salah satu lulusan FEB yang kini menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara.

Sebagai perguruan tinggi swasta terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dan kini memiliki 15 fakultas serta 64 program studi dari jenjang D3 hingga S3. Dari jumlah itu, 28 program studi telah menyandang status “Akreditasi Unggul” atau A.

Dengan keberagaman mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia, UKSW tak hanya dijuluki sebagai “Kampus Indonesia Mini”, tetapi juga dikenal sebagai tempat lahirnya “Creative Minority” yang berperan aktif dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan, pengurangan kesenjangan, dan kemitraan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau