Advertorial

Maraton Aman, Mayapada Hospital Hadirkan Layanan Kesehatan Menyeluruh untuk Pelari

Kompas.com - 28/04/2025, 17:00 WIB

KOMPAS.com – Olahraga lari maraton di Indonesia semakin banyak digemari oleh berbagai kalangan. Namun, di balik euforia tersebut terdapat risiko kesehatan yang perlu diantisipasi pelari, salah satunya serangan jantung mendadak.

Untuk mencegah hal tersebut, Mayapada Hospital Surabaya mengingatkan pentingnya edukasi dan kesiapan menghadapi kondisi darurat jantung di lintasan.

Sebagai bagian dari kampanye safe running untuk menyambut Surabaya Medic Air Run 2025 yang digelar pada Minggu (4/5/2025), Mayapada Hospital menyiapkan layanan Cardiac Emergency 24 jam berbasis Primary Percutaneous Coronary Intervention (Primary PCI).

Layanan tersebut memungkinkan pasien yang mengalami serangan jantung mendapatkan tindakan pembukaan sumbatan arteri sesuai protokol Door to Balloon dalam waktu kurang dari 90 menit melalui fasilitas Cath Lab.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi Mayapada Hospital Surabaya dr Deo Idarto, MBiomed, SpJP(K), FIHA, FAPSC, menjelaskan, Primary PCI adalah tindakan medis darurat untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner akibat serangan jantung.

“Saat terjadi serangan jantung, maka aliran darah ke jantung akan terhenti akibat sumbatan yang terbentuk. Tindakan Primary PCI mampu mengurangi risiko kematian dan komplikasi serius seperti gagal jantung atau gangguan irama jantung yang berbahaya,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (27/4/2025).

Dokter Deo menekankan, prosedur itu harus dilakukan segera dengan cepat dan tepat setelah diagnosis ditegakkan karena setiap detik sangat berharga untuk mencegah kerusakan jantung dan kematian.

Lebih lanjut, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi di Mayapada Hospital Surabaya dr Samuel Sudanawidjaja, SpJP, FIHA, FSCAI, menjelaskan, tindakan Primary PCI dilakukan dengan memasukkan kateter melalui lengan hingga masuk ke pembuluh darah koroner jantung.

“Lalu, dilakukan pengembangan menggunakan balon pada daerah yang menyempit. Ketika pembuluh darah sudah terbuka, dilanjutkan dengan pemasangan stent agar pembuluh darah tetap terbuka,” jelasnya.

Dokter Samuel mengatakan, pada kasus tertentu yang membutuhkan tindakan lebih lanjut, digunakan teknologi Intravascular Ultrasound (IVUS) untuk memperoleh gambaran lebih detail kondisi pembuluh darah dari dalam.

Bila ditemukan plak keras, imbuhnya, alat rotablator digunakan untuk mengikis penyumbatan sebelum pemasangan stent.

Bila Primary PCI dan intervensi minimal invasif tidak memungkinkan karena beratnya sumbatan, tindakan operasi bypass jantung (Coronary Artery Bypass Graft/CABG) menjadi solusi.

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Konsultan Vaskular dan Endovaskular di Mayapada Hospital Surabaya Dr dr Yan Efrata Sembiring, SpB, SpBTKV, Subsp VE (K), menjelaskan prosedur bypass jantung bertujuan untuk membuat jalur baru dari pembuluh darah lain di bagian tubuh lain, seperti di kaki, tangan, atau dada belakang, dengan begitu aliran darah ke otot jantung dapat kembali lancar.

Kasus gawat darurat lain adalah aritmia atau kondisi irama jantung tidak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat, yang dapat mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh. Gejalanya meliputi jantung berdebar, sesak napas, pusing, pingsan, kelelahan, hingga nyeri dada.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Mayapada Hospital Surabaya dr Rerdin Julario, SpJP(K), menjelaskan bahwa aritmia dapat ditangani dengan tindakan ablasi jantung yang minimal invasif.

Ia melanjutkan, tindakan dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pangkal paha dengan panduan x-ray ke arah jantung yang mengalami kelainan listrik. Kateter ablasi akan menghantarkan energi panas sehingga dapat menghilangkan penyebab kelainan listrik jantung.

“Ablasi jantung ini merupakan tindakan non-operasi yang minim efek samping dan proses pemulihan lebih cepat,” jelas dr Rerdin.

Oleh karena itu, sebelum mengikuti Surabaya Medic Air Run 2025, pastikan kondisi jantung siap menghadapi maraton.

Mayapada Hospital Surabaya sebagai partner utama acara tersebut memberikan layanan kesehatan menyeluruh untuk mendukung safe running dengan menghadirkan sejumlah penawaran khusus, seperti harga spesial paket Medical Check Up (MCU) Runner, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) gratis, serta harga spesial tes VO2Max untuk mengukur daya tahan tubuh sebelum lari.

Para pelari juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan jantung di layanan Mayapada Cardiovascular Center yang memiliki layanan komprehensif, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penanganan, hingga rehabilitasi jantung.

Layanan Cardiovascular Center tersebut tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital dan didukung oleh tim dokter spesialis jantung.

Selain itu, runners juga dapat melakukan pemeriksaan fisik dan stamina olahraga di Sport Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital.

Layanan itu memiliki tim dokter spesialis kedokteran olahraga serta Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang berkolaborasi dengan dokter spesialis jantung untuk memberikan rekomendasi latihan yang sesuai dengan kebutuhan runners.

Layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas lengkap, seperti seperti gym, VO2Max, dan Body Composition Analysis.

Pemesanan layanan konsultasi dan MCU Runner dapat dilakukan langsung dengan mudah melalui aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

Mayapada Hospital juga bekerja sama dengan berbagai asuransi kesehatan, termasuk Allianz, yang memberikan kemudahan layanan rawat inap dan rawat jalan secara non-tunai (cashless) di seluruh unit Mayapada Hospital.

Untuk memantau aktivitas olahraga, seperti mencatat detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan BMI, Anda dapat menggunakan fitur Personal Health di aplikasi MyCare. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan berbagai tip kebugaran di fitur Health Articles & Tips.

Segera unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store, dan dapatkan reward point untuk pertama kali registrasi. Poin bisa digunakan sebagai potongan harga di seluruh unit Mayapada Hospital.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau