Advertorial

Ribuan Jemaah Padati Tablig Akbar Bersama UAS di Lampung

Kompas.com - 28/04/2025, 17:29 WIB

KOMPAS.com - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri kegiatan Tabligh Akbar Masyarakat Lampung bersama Ustaz Profesor Abdul Somad atau akrab disapa UAS di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (25/4/2025).

Selain Mirza, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Ahmad Muzani, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar.

Hadir pula unsur Forkopimda se-Lampung, Pj Sekretaris Daerah, Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Wakil Wali Kota Palembang, serta tokoh masyarakat dan agama di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani mengatakan bahwa menurut Gubernur Lampung, UAS terakhir kali datang ke Lampung adalah pada 2018.

"Alhamdulillah, malam ini beliau kembali hadir di tengah-tengah kita. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk senantiasa berada di jalan yang diridai Allah," ujar Ahmad Muzani dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (28/4/2025).

Oleh karena itu, tak heran jika tablig akbar dipadati oleh ribuan masyarakat Lampung yang merupakan Sahabat UAS. Mereka tampak antusias memadati lokasi acara.

Adapun jemaah yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Lampung. Namun, sebagian besar berasal dari Kota Bandar Lampung.

Demi memberikan kenyamanan jemaah yang membludak, panitia pun membagi area menjadi dua saf, yakni laki-laki dan perempuan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Ahmad Muzani serta UAS.Dok. Pemprov Lampung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Ahmad Muzani serta UAS.

Salah seorang jemaah asal Kemiling, Siti Soleha (36), mengungkapkan bahwa dirinya sudah hadir sejak sore hari demi menyaksikan tausiah langsung dari UAS.

"Tadi sempat mendung. Jadi, saya ragu untuk berangkat. Namun, alhamdulillah cuaca cerah. Kehadiran UAS benar-benar mengobati kerinduan kami, masyarakat Lampung," terangnya.

Momen tablig akbar tersebut diharapkan dapat menjadi titik tolak dalam meningkatkan semangat ukhuah, menguatkan keimanan, dan menumbuhkan semangat untuk terus berbuat kebaikan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau