Advertorial

Pemprov Lampung Siapkan Dua Lokasi untuk Bangun Sekolah Rakyat

Kompas.com - 06/05/2025, 14:23 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung.

Dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (5/5/2025), Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung M Firsada menyampaikan bahwa sebagai respons cepat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat proses survei dan pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Rapat tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Lampung untuk mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat.

"Kami harus bekerja luar biasa untuk mempercepat persyaratan dan jemput bola ke Lampung Selatan. Keputusan tergantung pada kecepatan dokumen yang kita buat," ujar M Firsada dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (6/5/2025).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung M Firsada. Dok. Pemprov Lampung Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung M Firsada.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan bahwa Pemprov Lampung dan 15 pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya memiliki semangat yang sama untuk merealisasikan program tersebut. 

Pemprov Lampung mengusulkan dua lokasi strategis untuk membangun Sekolah Rakyat, yaitu Kota Baru di Lampung Selatan dan Sulusuban di Lampung Tengah.

Aswarodi menjelaskan, Kota Baru dipilih karena berdekatan dengan Taman Kehati. Lokasi ini dinilai sangat potensial karena aksesibilitas dan ketersediaan utilitas yang memadai. 

Selain itu, program Sekolah Rakyat juga mendapat perhatian khusus dari Gubernur Lampung. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo yang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan.

"Gubernur Lampung menaruh perhatian karena Sekolah Rakyat merupakan program unggulan dari Presiden Prabowo,” ujar Aswarodi.

Aswarodi menambahkan, pihaknya menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat dapat dimulai pada Juli 2025. Untuk itu, Pemprov Lampung akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan untuk memastikan kelengkapan dokumen persyaratan teknis.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau