Advertorial

Agincourt Resources Fasilitasi Helikopter untuk Bantu Pelepasliaran Harimau Sumatera di TNGL

Kompas.com - 26/05/2025, 21:00 WIB

KOMPAS.com – Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR), mendukung pelepasliaran harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Senja ke habitat alaminya di Kawasan Konservasi Kedah, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Aceh, Rabu (21/5/2025).

PTAR sebagai mitra konservasi mendukung pelepasliaran Senja dengan menyediakan helikopter tipe SA 315B Lama (aerospatiale).

Proses translokasi Senja menggunakan metode longline, yaitu dengan menggantung kandang di badan helikopter.

Metode tersebut dipilih karena sesuai dengan kondisi medan serta mampu meminimalkan gangguan terhadap vegetasi di kawasan hutan.

Upaya itu dilakukan sebagai bentuk komitmen PTAR dalam menjaga ekosistem keanekaragaman hayati di Pulau Sumatera.

Sementara, TNGL dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti jarak yang jauh dari pemukiman penduduk, ketersediaan satwa mangsa yang tinggi, serta jejak keberadaan harimau lain yang mendukung kelangsungan hidup Senja.

Selain itu, di sekitar lokasi lepas liar juga jarang ditemukan aktivitas manusia.

Untuk diketahui, Senja merupakan harimau betina berusia sekitar 5-6 tahun. Ia adalah korban konflik antara manusia dan satwa liar di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), pada Juni 2024.

Setelah 11 bulan melalui rehabilitasi intensif di Sanctuary Harimau Sumatra Barumun, Kabupaten Padang Lawas Utara, Senja dinyatakan sehat dan siap kembali ke alam liar.

Rehabilitasi untuk Senja dilakukan lewat kerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut dan Yayasan Parsamuhan Bodhicitta Mandala Medan.

Selain BBKSDA Sumut dan Yayasan Parsamuhan Bodhicitta Mandala Medan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) juga berperan penting dalam upaya konservasi.

Wakil Presiden Direktur PTAR Ruli Tanio mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat atas keberhasilan melepasliarkan Senja ke habitat alaminya.

"Kesuksesan konservasi tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi erat antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat sekitar TNGL. Dengan kerja sama ini, kami yakin dapat menciptakan masa depan yang lebih harmonis antara manusia dan alam," ujar Ruli dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/5/2025).

Ruli menambahkan, pelepasliaran Senja sesuai dengan semangat yang diusung PTAR, yakni “Living in Harmony”.

Semangat itu bertujuan menyelaraskan keberlanjutan operasional perusahaan dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

“Komitmen ini juga sejalan dengan upaya kami mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pada keseimbangan ekologi, pengelolaan hutan secara lestari, dan pelestarian keanekaragaman hayati,” tutur Ruli.

PTAR mendukung pelepasliaran Senja dengan menyediakan helikopter tipe SA 315B Lama (aerospatiale). Dok. PTAR PTAR mendukung pelepasliaran Senja dengan menyediakan helikopter tipe SA 315B Lama (aerospatiale).

Sementara itu, Direktur Hubungan Eksternal Relations PTAR Sanny Tjan menjelaskan bahwa pelepasliaran Senja dilakukan untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung program konservasi.

Sebelumnya, PTAR juga sukses melepasliarkan harimau-harimau lain di sejumlah taman nasional di Sumatera. Salah satunya, harimau Sumatera bernama Bestie ke TNGL pada November 2022.

Pada tahun yang sama, PTAR turut mendukung pelepasliaran dua harimau Sumatera ke Zona Inti Taman Nasional Kerinci Seblat di Jambi.

“Upaya pelepasliaran harimau Sumatera yang kami dukung secara konsisten ini adalah wujud nyata komitmen PTAR dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di kawasan hutan Sumatera. Kami yakin, konservasi satwa liar, terutama spesies kunci seperti harimau sangat penting untuk kelestarian lingkungan jangka panjang,” kata Sanny.

Program konservasi yang didukung PTAR, tambah Sanny, selalu melibatkan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, lembaga konservasi, dan masyarakat lokal.

“Kolaborasi kami lakukan guna memastikan keberhasilan jangka panjang dari setiap kegiatan konservasi,” terang Sanny.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau