Advertorial

Diberdayakan BRI, UMKM Kopi Asal Toraja Ini Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara

Kompas.com - 29/06/2025, 15:28 WIB

KOMPAS.com – Berangkat dari semangat kembali ke akar budaya dan menggali potensi daerah, ToRi Coffee membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Dibantu oleh pendampingan berkelanjutan dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Toraja, Sulawesi Selatan, tersebut sukses mengembangkan ekosistem bisnis kopi dari hulu ke hilir dan sekaligus memperkenalkan identitas budaya Toraja ke panggung internasional.

Didirikan oleh Citra Wulandari dan Fredy Pairunan pada 2 Februari 2020, ToRi Coffee lahir dari keputusan besar.

Pasangan suami istri ini meninggalkan pekerjaan mereka di kota dan kembali ke kampung halaman untuk membangun ToRi Coffee. Keputusan ini juga menjadi upaya mereka untuk melestarikan cita rasa dan kekayaan budaya khas Toraja.

“Toraja dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kami akhirnya memutuskan untuk mengangkat karakter etnik Toraja di coffee shop kami, termasuk dalam filosofi brand hingga desain produk,” ujar Citra, seperti dikutip Kompas.com dari siaran pers BRI, Minggu (29/6/2025).

Kembangkan SDM lokal

Tak sekadar menawarkan kopi asli Toraja, ToRi Coffee juga memberdayakan SDM lokal. Dok. BRI Tak sekadar menawarkan kopi asli Toraja, ToRi Coffee juga memberdayakan SDM lokal.

Lebih dari sekadar menyajikan cita rasa kopi khas Toraja, ToRi Coffee juga membawa misi sosial yang lebih dalam. Keunikan ToRi Coffee tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada komitmen dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Usaha yang dirintis oleh Citra Wulandari bersama sang suami kini telah mempekerjakan 21 karyawan, termasuk mahasiswa yang bekerja paruh waktu untuk mendapatkan pengalaman dan penghasilan tambahan sekaligus.

Tak hanya menciptakan lapangan kerja dan ruang pengembangan diri, Citra juga aktif mendampingi para petani kopi serta memberikan edukasi bagi anak-anak mereka. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari upaya regenerasi agar kopi Toraja tetap hidup lintas generasi.

Dengan tumbuh bersama masyarakat, bisnis ToRi Coffee pun perlahan berkembang. Saat ini, ToRi Coffee mampu memasarkan sekitar 275 kg roasted bean dan kopi bubuk setiap bulan.

Produk tersebut pun disalurkan ke berbagai toko oleh-oleh di kawasan pariwisata Toraja, didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia, dan bahkan dijual langsung kepada konsumen di luar negeri.

Di pasar internasional, produk ToRi Coffee telah menjangkau konsumen di Australia, Prancis, Jepang, dan Belanda, tetapi masih dalam skala terbatas.

“Untuk luar negeri, biasanya pemesanan dilakukan untuk menu khusus di coffee shop atau konsumsi pribadi dengan minimal pembelian 5 kg dan kontinyu,” jelas Citra.

Ia pun menuturkan bahwa peluang untuk berekspansi ke pasar global semakin terbuka lebar ketika ToRi Coffee meraih penghargaan Best Newcomer dalam ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang diselenggarakan pada Januari 2025.

Penghargaan ini ditujukan kepada pelaku UMKM peserta BRI UMKM EXPO(RT) yang dikategorikan belum dan siap ekspor, tetapi terpilih untuk mengikuti business matching sampai dengan mendapatkan potensial dealing dari buyer internasional.

Atas capaian tersebut, BRI merekomendasikan ToRi Coffee untuk mewakili Indonesia dalam ajang FHA Food & Beverage 2025 di Singapura yang berlangsung pada 8–11 April 2025.

“Saat mengikuti FHA, kami dihubungi oleh potential market dari Singapura yang tertarik untuk memasok beans Toraja ke coffee shop mereka,” paparnya.

Meski demikian, Citra menegaskan bahwa rangkaian pameran yang ia ikuti bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani ToRi Coffee bersama dukungan strategis dari BRI.

Segalanya berawal ketika Citra dan suaminya memutuskan untuk mengembangkan usaha kopi mereka secara lebih serius dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Keputusan itu menjadi pintu masuk keterlibatan aktif mereka sebagai nasabah dan kemudian membuka akses ke berbagai program pembinaan serta pengembangan usaha.

Salah satunya adalah program Pengusaha Muda BRILiaN 2022. Di program ini, Citra terpilih mewakili Sulawesi Selatan hingga ke tingkat nasional sebagai salah satu dari 21 pengusaha muda terbaik. Dalam program tersebut, ia mendapatkan berbagai bentuk pendampingan untuk memperkuat fondasi bisnisnya.

“Berkat pendampingan dari BRI, usaha kami jadi lebih level up. Kami mendapat kesempatan untuk mengikuti berbagai expo yang berdampak langsung pada peningkatan pemasaran produk. Selain akses ke e-commerce, kami memperoleh pembekalan mengenai perencanaan bisnis, branding, dan digital marketing,” tutur Citra.

Ke depan, Citra berharap, ToRi Coffee dapat mengekspor kopi Toraja dalam skala besar sembari terus memberdayakan masyarakat lokal dan memperkuat citra kopi Indonesia di mata dunia.

“Kami ingin ToRi Coffee menjadi role model UMKM berbasis lokal yang berdampak luas. Kami percaya, BRI akan terus menjadi mitra penting dalam perjalanan ini,” harap Citra.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi turut menyampaikan bahwa BRI secara konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Pelaku UMKM, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi nasional dan sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia melalui produk lokal di pasar internasional.

"Kami meyakini bahwa dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan usahanya secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta dapat menembus pasar internasional," tutur Hendy.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau