KOMPAS.com — Green SM, platform ride-hailing listrik pertama di Asia Tenggara yang dikembangkan oleh Green and Smart Mobility Joint Stock Company (GSM) asal Vietnam, mencatat pencapaian penting di panggung regional.
Perusahaan itu berhasil meraih penghargaan Green Leadership dalam ajang bergengsi Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025 yang digelar di Bangkok, Thailand, Rabu (2/7/2025).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Green SM dalam membangun ekosistem transportasi berkelanjutan di Vietnam serta mengembangkan model mobilitas hijau ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai informasi, AREA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan Enterprise Asia sejak 2011. Ajang ini dikenal sebagai salah satu penghargaan paling dihormati di Asia di bidang keberlanjutan perusahaan, inovasi, dan tanggung jawab sosial.
Mengusung tema “A Necessary Shift to a Regenerative Economy”, AREA 2025 menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam memulihkan ekosistem dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada kategori Green Leadership, Green SM tampil menonjol berkat pendekatan inklusif dan replikatif dalam proses elektrifikasi transportasi perkotaan.
Green SM tidak hanya mengoperasikan armada kendaraan listrik miliknya, tetapi juga menyediakan Xanh SM Platform.
Platform teknologi yang saat ini tersedia di Vietnam tersebut memungkinkan pemilik mobil listrik VinFast untuk bergabung sebagai mitra pengemudi.
Tak hanya itu, Green SM juga menjalin kemitraan dengan operator taksi konvensional di Vietnam guna membantu mereka beralih ke kendaraan listrik.
Ketiga elemen tersebut menciptakan sebuah ekosistem terbuka dan fleksibel yang mempercepat transisi menuju mobilitas ramah lingkungan, baik di Vietnam maupun kawasan Asia Tenggara secara lebih luas.
“Keberlanjutan di Green SM bukan sekadar strategi, melainkan menjadi bagian dari keputusan sehari-hari, budaya kerja, hingga cara kami bertumbuh,” ujar Director of Training and Culture Development Green SM Phan Thi Hong Dung dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (3/7/2025).
Director of Training and Culture Development Green SM Phan Thi Hong Dung (tengah), mewakili perusahaan saat menerima penghargaan Green Leadership pada acara AREA 2025 di Bangkok, Thailand, Rabu (2/7/2025).Phan mengatakan, pihaknya percaya bahwa model yang benar-benar berkelanjutan hanya dapat tercapai ketika setiap individu dalam ekosistem memilih untuk hidup hijau, bekerja secara berkelanjutan, serta melayani masyarakat dengan kepedulian serta tanggung jawab.
“Setiap perjalanan bersama Green SM tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dan menetapkan standar baru untuk gaya hidup berkelanjutan di masyarakat. Kami bangga perjalanan Green SM menuju ekspansi global mendapat pengakuan di panggung Asia yang bergengsi ini,” ungkapnya.
Penghargaan Green Leadership dari AREA 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan “Go Green Global” yang diusung Green SM.
Lebih dari sekadar pencapaian perusahaan asal Vietnam, penghargaan tersebut mencerminkan potensi besar Vietnam dalam mendorong inovasi, memperluas solusi berdampak, dan menyumbangkan perspektif ekosistem jangka panjang dalam transformasi hijau dunia.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, Green SM telah berekspansi dari Vietnam ke Laos, Indonesia, dan Filipina. Total, lebih dari 300 juta perjalanan telah diselesaikan dengan menempuh jarak 1,7 miliar km tanpa emisi.
Estimasi pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan mencapai lebih dari 211.000 ton. Angka ini setara dengan kapasitas penyerapan karbon tahunan dari sekitar 3.200 hektare hutan.
Di Vietnam, Green SM kini memimpin pasar taksi listrik dengan pangsa pasar mendekati 40 persen dan telah menjalin kemitraan dengan hampir 100 perusahaan transportasi lokal untuk mendukung elektrifikasi armada.
Nama-nama perusahaan transportasi besar Vietnam, seperti G7 Taxi, Mai Linh, Lado Taxi, dan En Vang telah bergabung dengan 19 perusahaan di antaranya telah sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik.
Transformasi itu menandai perubahan penting bahwa mobilitas hijau tidak lagi sekadar alternatif, tetapi telah menjadi standar baru transportasi perkotaan modern.
Dengan operasional di empat negara, Green SM saat ini menjadi merek ride-hailing terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara dan sekaligus satu-satunya yang sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik.
Kemampuannya untuk beroperasi secara efisien di berbagai pasar dengan infrastruktur dan perilaku pengguna yang beragam menunjukkan kapasitas ekspansi berskala besar, kemampuan adaptasi tinggi, serta visi strategis kawasan yang kuat sebagai perusahaan asal Vietnam.