Advertorial

HUT Ke-79, Ketua Komisi VI DPR Apresiasi Kiprah BNI Dorong Inklusi Keuangan dan Keberpihakan Sosial

Kompas.com - 07/07/2025, 17:38 WIB

KOMPAS.com - Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anggia Ermarini mengapresiasi peran strategis PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang telah menjadi pilar penting dalam perjalanan ekonomi bangsa sejak masa awal kemerdekaan.

“Selamat ulang tahun ke-79 kepada BNI sebagai bank kebanggaan Indonesia yang telah menemani perjalanan bangsa sejak awal kemerdekaan,” ujar Anggia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (7/7/2025).

Anggia menilai, BNI bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan juga institusi strategis dalam membangun fondasi ketahanan finansial nasional.

BNI menunjukkan kapasitasnya menghadapi dinamika zaman, mulai dari menjadi penerbit Oeang Republik Indonesia (ORI) hingga bertransformasi menjadi bank devisa dan badan usaha milik negara (BUMN) perbankan pertama yang tercatat di bursa saham.

“Transformasi BNI dari penerbit ORI menjadi bank devisa hingga menjadi perusahaan publik pertama di sektor perbankan BUMN merupakan bukti ketangguhan BNI dalam menjawab dinamika zaman,” tuturnya.

Anggia juga mengapresiasi langkah BNI dalam mendorong transformasi digital dan memperluas inklusi keuangan melalui platform digital wondr by BNI.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi jembatan penting dalam menjangkau generasi muda dan masyarakat di wilayah yang sebelumnya kurang terakses layanan keuangan formal.

“Platform digital seperti wondr by BNI menjadi bukti keseriusan BNI dalam menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan komitmen terhadap inklusi keuangan,” kata Anggia.

Meski demikian, Anggia mengingatkan bahwa arah transformasi BNI harus tetap berpijak pada nilai keadilan sosial.

Sebagai BUMN yang memegang mandat negara, BNI diharapkan tampil terdepan dalam memberikan layanan keuangan yang inklusif dan memberdayakan, khususnya bagi kelompok rentan dan marginal.

Menurutnya, layanan keuangan idealnya dapat diakses seluruh kalangan, bukan hanya mereka yang telah mapan. Komitmen terhadap inklusi keuangan harus tecermin dalam aksi nyata.

“Misalnya, perluasan pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha mikro, penyediaan layanan ramah disabilitas di seluruh cabang, serta program literasi keuangan yang menyasar remaja dan masyarakat di daerah tertinggal,” tuturnya.

Anggia juga menekankan signifikansi penerapan standar aksesibilitas universal di seluruh saluran digital dan cabang BNI. Hal ini termasuk pelatihan pegawai yang peka terhadap perspektif gender dan disabilitas. Selain itu, pengembangan produk keuangan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan sosial yang dinamis.

“Keberpihakan sosial bukan sekadar program, melainkan napas utama dari peran BUMN sebagai agen pembangunan,” lanjut Anggia.

Ia juga menyoroti program loyalitas Rejeki wondr BNI yang dinilai mampu mempererat hubungan dengan nasabah. Inisiatif ini juga turut membangun kepercayaan publik terhadap BNI sebagai institusi keuangan milik negara.

Anggia berharap, BNI terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas pelayanan keuangan berbasis nilai sosial, serta menjadi teladan bagi BUMN lain dalam inovasi, keberpihakan, dan transformasi kelembagaan.

“Dirgahayu BNI. Jadilah mitra strategis negara dalam menghadirkan sistem keuangan yang tak hanya tangguh secara digital, tetapi juga adil secara sosial, berpihak pada perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta seluruh lapisan masyarakat yang belum mendapatkan layanan optimal,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau