Advertorial

Dapat Akses Dana Bergulir LPDB, Koperasi Sabalam Berdayakan Petani dan Ekspor Rempah

Kompas.com - 10/07/2025, 16:04 WIB

KOMPAS.com - Koperasi Sarana Bangun Lampung (Sabalam) berhasil mencatatkan kinerja positif dalam membina sekaligus membantu petani menembus pasar ekspor.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengolahan dan pemasaran komoditas rempah-rempah unggulan.

Keberhasilan itu tidak lepas berkat dukungan pembiayaan dana bergulir yang disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sejak 2022.

Berkat pembiayaan dari LPDB, Koperasi Sabalam mampu membangun ekosistem usaha pertanian yang terintegrasi dengan pelaku industri ekspor sekaligus meningkatkan daya saing petani lokal.

Para petani juga sukses memperkuat rantai pasok produk ekspor, seperti lada, cengkih, kayu manis, dan pala ke pasar internasional.

Ketua Koperasi Sabalam Supriyanto mengatakan, dalam membina para petani di Provinsi lampung, pihaknya menghadapi berbagai keterbatasan terkait permodalan dan akses pembiayaan.

Namun, setelah memperoleh dukungan dana bergulir dari LPDB, Koperasi Sabalam mampu memperluas usahanya hingga menjalin kerja sama strategis dengan CV Spice Solution Indonesia (SSI) yang telah memiliki jaringan ekspor global.

Koperasi Sabalam menjadi pemasok utama CV SSI untuk ekspor rempah-rempah, seperti lada, cengkih, kayu manis, pala, cabai jawa, dan kunyit ke berbagai negara tujuan.

“Kami memulai dengan kondisi yang terbatas. Namun, dengan semangat membangun ekosistem pertanian dari hulu ke hilir, kami berhasil membantu para petani. Ini juga berkat dana bergulir dari LPDB. Kami jadi mampu meningkatkan kapasitas usaha koperasi, memperluas pembinaan kepada petani, dan mendorong produk rempah-rempah ke pasar ekspor,” ujar Supriyanto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (10/7/2025).

Tak hanya itu, kehadiran LPDB juga membuat berbagai pihak, seperti petani, pembeli, dan mitra usaha menjadi lebih percaya kepada koperasi.

"Dana bergulir yang diperoleh memungkinkan koperasi melakukan pembayaran tunai kepada petani dan menjaga kesinambungan pasokan bahan baku kepada eksportir,” kata Supriyanto.

Saat ini, tambah Supriyanto, Koperasi Sabalam telah membina ratusan kelompok tani di berbagai kabupaten di Lampung, seperti di Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesawaran.

Model keanggotaan koperasi juga dibuat selektif dan efisien dengan hanya melibatkan pengurus kelompok sebagai perwakilan.

Sementara, pembinaan dilakukan menyeluruh kepada petani di tingkat bawah dengan sistem klaster.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau