Advertorial

Forestra 2025 Siap Digelar, Hadirkan Orkestra dan Panggung Spektakuler di Tengah Hutan

Kompas.com - 22/07/2025, 15:21 WIB

KOMPAS.com – Festival musik tahunan Forestra akan digelar di kawasan hutan pinus Orchid Forest Cikole, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).

Forestra 2025 bakal menyajikan pengalaman kolektif yang sempurna lewat perpaduan musik orkestra, instalasi visual, serta misi lingkungan.

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah kemunculan panggung hasil rancangan kreator visual Jay Subyakto.

Dalam penataan panggung Forestra kali ini, Jay tetap mempertahankan pendekatan khasnya yang merangkul lanskap sekitar, bukan menutupinya.

Jay mengatakan, panggung Forestra dibentuk agar memberi ruang bagi alam untuk ikut “berbicara”.

“Saya tidak merancangnya untuk menguasai lanskap, tapi untuk berdialog dengan hutan. Cahaya, struktur, dan susunan visual diatur dalam harmoni, membiarkan elemen alam menjadi bagian dari pertunjukan itu sendiri, bukan sekadar latar,” ujar Jay dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (21/7/2025).

Pendekatan tersebut sebelumnya pernah ia realisasikan dengan menembakkan visual light emitting diode (LED) langsung ke batang pohon. Hal ini mampu menciptakan efek sinematik yang menyatu dengan alam.

Kini, teknik serupa dijanjikan akan kembali tampil dalam narasi pertunjukan yang lebih matang.

-Dok. Forestra -

Forestra 2025 dipersembahkan oleh ABM dengan menggandeng sejumlah musisi lintas genre untuk tampil bersama Erwin Gutawa Orchestra. Musisi tersebut di antaranya adalah Reza Artamevia, Sal Priadi, Voice of Baceprot, The Sigit, Bernadya, Raja Kirik, dan Ensemble Tikoro.

Ada pula penampilan solo dari Iksan Skuter, The Panturas, dan Oom Leo Berkaraoke.

Kolaborasi musikal tersebut dikurasi langsung oleh Erwin Gutawa sebagai music director. Perpaduan orkestra dan elemen suara alam di tengah hutan diharapkan bisa membentuk atmosfer akustik yang khas dan hanya bisa ditemukan dalam gelaran Forestra.

Salah satu penampilan yang paling dinanti datang dari The Sigit, band rock asal Bandung yang mengaku punya ikatan emosional dengan lokasi pertunjukan.

“Kami berasal dari Bandung, tapi jarang benar-benar punya ruang seperti ini, yakni panggung di tengah hutan di kota sendiri,” kata Rekti Yoewono, vokalis dan gitaris The Sigit.

Forestra, lanjutnya, memberi tantangan dan sekaligus pengalaman emosional bagi The Sigit untuk membawa musik yang biasanya dimainkan di ruang gelap penuh distorsi ke tempat yang sunyi dan hidup seperti di hutan.

“Rasanya seperti pulang, tapi dengan cara yang benar-benar baru,” lanjutnya.

Tak hanya konser utama, Forestra tahun ini memperluas pengalaman penonton dengan menghadirkan area Gema, yaitu zona aktivasi yang menghadirkan berbagai diskusi dan pertunjukan musik sejak siang hari.

Untuk mengakses zona tersebut, panitia membuka kategori tiket baru bernama Awalan Hari. Tiket ini memungkinkan penonton menikmati suasana hutan sejak sebelum pertunjukan utama dimulai.

Selama waktu tersebut, pengunjung dapat mengikuti sesi diskusi bersama Kiki Ucup (Program Director Pestapora), Boit dari Omuniuum (toko musik independen), dan Microgram Entertainment (kolektif kreatif), serta talk show seputar isu lingkungan.

Tak ketinggalan, Bottlesmoker akan tampil membawakan pertunjukan bertajuk “Bio-plant Sonic” yang memadukan suara elektronik dengan sinyal biologis tanaman. Kolaborasi ini turut melibatkan Greenpeace Indonesia.

Selain tampil sebagai medium seni, Forestra 2025 juga memperkuat peran sebagai gerakan sosial dan lingkungan.

Tahun ini, sebagian hasil penjualan tiket akan dialokasikan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat terdampak krisis iklim di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Program tersebut berfokus pada penguatan kelompok perempuan dalam mengembangkan pertanian alternatif serta pemanfaatan teknologi energi terbarukan berupa sistem irigasi dari pompa air bertenaga surya.

Tiket Forestra 2025 kategori Harmoni 2 dan Simfoni (Presale 1 dan 2) telah terjual habis dalam waktu singkat.

Saat ini, tiket Simfoni (Presale 3) tersedia seharga Rp 685.000, sementara tiket Awalan Hari (early entry) dapat diperoleh dengan harga Rp 395.000.

Seluruh tiket hanya tersedia secara resmi melalui situs Forestra.id. Pencinta musik juga dapat mengikuti berbagai informasi terbaru seputar lineup, pembelian tiket, serta konten eksklusif melalui kanal resmi Forestra di Instagram, TikTok, dan YouTube.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau