KOMPAS.com – Rasa nyeri dada yang muncul berulang kali kerap menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini tak jarang dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun, bagaimana jika hasil pemeriksaan justru menunjukkan kondisi jantung sehat?
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Ade Imasanti Sapardan, SpJP-FIHA menjelaskan, keluhan nyeri dada yang tidak disebabkan oleh gangguan jantung dikenal sebagai non-cardiac chest pain.
Menurutnya, keluhan tersebut tetap valid serta tetap membutuhkan evaluasi dan penanganan tepat.
“Dalam kasus seperti ini, kami akan menelusuri penyebab lain, seperti gangguan pada sistem pencernaan, otot dan tulang dada, paru-paru, atau kondisi psikologis, seperti kecemasan dan stres,” jelas dr Ade sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/7/2025).
Dokter Ade melanjutkan, ada sejumlah kondisi yang termasuk dalam non-cardiac chest pain. Salah satunya adalah gastroesophageal reflux disease (GERD). Gangguan refluks asam lambung bisa menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri di dada, seperti serangan jantung.
Gejala tersebut biasanya muncul setelah makan besar, mengonsumsi makanan pedas atau berlemak, serta berbaring setelah makan.
Ada pula costochondritis, yaitu peradangan pada sendi antara tulang dada dan tulang rusuk.
“(Kondisi itu) biasanya ditandai dengan nyeri tajam yang memburuk saat disentuh atau saat tubuh bergerak. Penyebabnya bisa karena cedera, olahraga berlebihan, atau postur tubuh yang buruk dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Selain itu, faktor psikologis, seperti stres, kecemasan, dan serangan panik, juga bisa memicu nyeri atau sesak di dada yang menyerupai gangguan jantung.
“Kondisi tersebut kerap membuat pasien (merasa) bingung karena hasil pemeriksaan medis normal, tapi keluhan tetap mengganggu aktivitas,” ujar dr Ade.
Guna memastikan penyebab nyeri dada dan menentukan penanganan yang tepat, dibutuhkan pemeriksaan menyeluruh di fasilitas kesehatan yang terintegrasi, seperti Chest Pain Unit Mayapada Hospital.
Chest Pain Unit Mayapada Hospital merupakan layanan evaluasi lengkap bagi pasien dengan keluhan nyeri dada, baik yang berkaitan dengan jantung maupun bukan.
Di Chest Pain Unit Mayapada Hospital, pasien akan melalui tahapan pemeriksaan awal, seperti wawancara medis, pemeriksaan fisik, rekam jantung (EKG), dan tes darah enzim jantung.
Jika hasil menunjukkan tidak ada indikasi gangguan jantung, pemeriksaan tidak dikenakan biaya alias gratis dan pasien akan dirujuk ke dokter spesialis lain sesuai hasil klinis untuk penanganan lebih lanjut.
Namun, bila ditemukan gangguan jantung, pasien akan ditangani oleh dokter spesialis jantung sesuai protokol medis yang berlaku.
Sebagai informasi, Chest Pain Unit terintegrasi dengan layanan Cardiac Emergency 24/7 dan Cardiovascular Center di Mayapada Hospital. Layanan ini menangani berbagai masalah jantung kompleks dan didukung oleh tim multidisiplin.
Adapun penanganan lanjutan dapat mencakup tindakan ablasi jantung, operasi bypass, bedah jantung minimal invasif, atau penanganan serangan jantung dengan protokol Primary PCI dalam waktu kurang dari 90 menit yang sesuai standar internasional door-to-balloon.
Layanan jantung menyeluruh di Cardiovascular Center Mayapada Hospital dapat diakses melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare.
Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi kesehatan jantung, promo layanan, dan artikel kesehatan lain melalui fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare.
Melalui fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access, pengguna MyCare juga dapat memantau detak jantung, jumlah langkah, kalori, dan indeks massa tubuh (BMI).
Menariknya, aplikasi MyCare juga memberikan reward point yang dapat dikumpulkan dan ditukar dengan potongan harga untuk layanan di Mayapada Hospital. Segera unduh aplikasi MyCare di Play Store atau App Store.