Advertorial

MPLS 2025 Jabar Fokus Bentuk Karakter Siswa lewat Gapura Panca Waluya

Kompas.com - 24/07/2025, 14:21 WIB

KOMPAS.com – Jawa Barat sukses mengintegrasikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 untuk siswa sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) di Jawa Barat dengan program pendidikan karakter “Gapura Panca Waluya”.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) MPLS di Aula Dewi Sartika, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kamis (10/7/2025).

Adapun program “Gapura Panca Waluya” bertujuan membentuk karakter siswa "cageur, bageur, bener, pinter, singer" yang bermakna sehat, baik hati, saleh, cerdas, dan berinisiatif.

Herman mengatakan, MPLS berlangsung selama lima hari mulai dari Senin (14/7/2025). Kegiatan ini melibatkan TNI dan Polri yang bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak dini.

Ia berharap, melalui keterlibatan TNI dan Polri, MPLS dapat menjadi momen penting yang menumbuhkan tekad kuat untuk menjadi generasi Panca Waluya.

"Bapak-bapak dari TNI dan Polri telah memberikan motivasi, inspirasi, serta pendampingan kepada siswa," ujar Herman dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (24/7/2025).

Lebih lanjut, Herman menjelaskan, pelibatan TNI dan Polri bertujuan menyampaikan materi bela negara dan wawasan kebangsaan secara menyeluruh. Meski waktu pelaksanaan MPLS hanya lima hari, ia optimistis langkah ini efektif membangkitkan semangat kebangsaan dan tekad siswa.

“Semangat dan tekad tersebut diharapkan mampu menyongsong masa depan dengan karakter yang kuat,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan MPLS, setiap sekolah minimal melibatkan dua hingga tiga personel TNI atau Polri untuk membina siswa.

Masuk sekolah pukul 06.30 WIB

Terkait kebijakan baru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, Herman menyatakan bahwa pihaknya memastikan aturan tersebut dilaksanakan di seluruh SMA, SMK, dan SLB Jawa Barat. 

Sementara itu, untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi kewenangan kabupaten atau kota, Pemprov Jawa Barat berkoordinasi dengan para sekretaris daerah dan kepala dinas pendidikan di masing-masing daerah.

"Sebagaimana arahan Pak Gubernur, tahun ajaran baru dimulai pukul 06.30," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya memastikan aturan tersebut dilaksanakan di tingkat provinsi. Selain itu, mereka juga mengomunikasikannya ke kabupaten atau kota.

Pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026 yang bersinergi dengan program Gapura Panca Waluya merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Ini adalah langkah dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau