Advertorial

Telkom Perkuat Budaya Kolaboratif dan Beri Apresiasi Insan TelkomGroup di Culture Festival 2025

Kompas.com - 24/07/2025, 15:35 WIB

KOMPAS.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom sukses menggelar rangkaian Culture Festival TelkomGroup 2025 dengan tema "Langkah Cepat, Tumbuh Bersama" di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan karyawan TelkomGroup dari berbagai unit kerja di seluruh Indonesia, termasuk anak perusahaan.

Culture Festival TelkomGroup sendiri merupakan acara tahunan untuk mengapresiasi para penggiat budaya perusahaan.

Kegiatan tersebut juga menjadi momen refleksi dan penguatan budaya kerja untuk seluruh unit kerja TelkomGroup dan anak perusahaan.

Culture Festival bukan sekadar ajang selebrasi, melainkan momentum penting untuk menegaskan peran strategis budaya dalam mendukung arah bisnis perusahaan.

Untuk diketahui, strategi biasanya dirumuskan oleh pelaku di manajemen puncak, tapi keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan seluruh fungsi organisasi.

Maka dari itu, budaya kerja memegang peranan vital sebagai fondasi yang menyatukan langkah dan memastikan organisasi tetap kompeten serta relevan di masa depan.

Direktur Human Capital Management Telkom Henry Christiadi mengatakan, tema “Langkah Cepat, Tumbuh Bersama” mencerminkan semangat Telkom dalam merespons secara cepat setiap perubahan di tengah dinamika industri digital yang berkembang pesat.

Menurutnya, kecepatan dan kebersamaan merupakan dua elemen kunci dalam membentuk organisasi yang tangguh dan adaptif.

Oleh karena itu, penting bagi seluruh insan TelkomGroup untuk menanamkan semangat bergerak cepat, terus berinovasi, dan saling mendukung demi mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

Henry juga menekankan bahwa semangat tersebut sejalan dengan upaya TelkomGroup dalam menginternalisasi Digital Ways of Working di seluruh lini organisasi.

Adapun nilai-nilai inti yang terangkum dalam upaya itu adalah Bravery, Integrity, Service Excellence, dan Agility (BISA).

Semua nilai itu dihidupi oleh seluruh insan TelkomGroup yang berperan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya kerja yang unggul.

“Nilai-nilai ini menjadi acuan dalam bersikap, berkolaborasi, dan menjalankan tanggung jawab profesional di era digital. BISA bukan hanya jargon, melainkan juga komitmen kami dalam bekerja, berani menghadapi tantangan, berintegritas, melayani dengan unggul, dan adaptif terhadap perubahan,” ujar Henry dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (22/7/2025).

Diisi berbagai sesi penting

Untuk meramaikan Culture Festival TelkomGroup 2025, Telkom mengundang sejumlah sosok penting untuk mengisi berbagai sesi inspiratif.

Salah satu sosok itu adalah Chief of Corporate Human Capital Development Astra International Tbk Dr Ir Aloysius Budi Santoso MM.

Dalam salah satu sesi, Aloysius mengungkapkan bahwa budaya kerja yang kuat bukan hanya pendorong produktivitas, melainkan juga fondasi bagi keberlanjutan dan inovasi perusahaan.

“Budaya yang hidup adalah roh organisasi yang mampu menggerakkan sistem dan individu di dalamnya untuk mencapai hasil yang berkelanjutan,” kata Aloysius.

Culture Festival 2025 juga memiliki sesi yang menyoroti peran penting membangun budaya sadar keamanan siber (cyber security-awareness culture).

Sesi itu dihadirkan sebagai respons strategis terhadap peningkatan risiko keamanan digital.

Dalam sesi inspiratif tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Veda Praxis Syahraki Syahrir memaparkan bahwa serangan siber merupakan “makanan harian” yang bisa terjadi kapan saja dan harus dihadapi.

“Indonesia saat ini menjadi target empuk karena jumlah pengguna digital yang besar. Sayangnya, kesadaran dan kesiapan terhadap keamanan siber masih rendah,” terang Syahraki.

Syahraki menambahkan, dengan posisi strategis Indonesia sebagai pasar digital yang besar, tapi rentan, peran TelkomGroup sebagai garda terdepan infrastruktur digital nasional menjadi sangat penting.

Sebab, Telkom tidak hanya menyediakan jaringan dan layanan, tetapi juga harus memastikan budaya keamanan digital yang kuat tercipta dari dalam.

“Kesadaran akan keamanan siber bukan sekadar teknologi, melainkan kebiasaan dan perilaku kolektif yang harus dijaga oleh seluruh individu di perusahaan,” ucap Syahraki.

Asesmen dan peluncuran program baru

Selain sesi inspiratif, ada pula sesi Culture Festival 2025: Culture Agent Meet & Greet Awarding Edition yang menjadi puncak dari rangkaian kegiatan culture assessment TelkomGroup.

Sesi itu tidak hanya bertujuan untuk mengukur sejauh mana budaya perusahaan telah diimplementasikan, tetapi juga mengaitkannya secara langsung dengan performa masing-masing unit kerja.

Culture Festival 2025 merupakan acara tahunan yang Telkom selenggarakan, di mana tahun ini terdiri dari Culture Agent Meet & Greet Awarding Edition, Teguhkan Budaya Kolaboratif dan Sadar Cyber Security.Dok. Telkom Culture Festival 2025 merupakan acara tahunan yang Telkom selenggarakan, di mana tahun ini terdiri dari Culture Agent Meet & Greet Awarding Edition, Teguhkan Budaya Kolaboratif dan Sadar Cyber Security.

Hasil dari asesmen kemudian akan menjadi dasar dalam memberikan apresiasi kepada para penggiat budaya di seluruh unit kerja TelkomGroup.

Selain menghadirkan sesi-sesi inspiratif, Culture Festival 2025 juga menjadi momentum untuk peluncuran program Cyber Security Champion.

Program tersebut merupakan inisiatif yang dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif para culture agent dalam memperkuat internalisasi budaya kerja, khususnya dalam aspek keamanan siber.

Secara keseluruhan, Culture Festival 2025 mencerminkan komitmen Telkom bahwa transformasi budaya adalah tanggung jawab bersama seluruh insan perusahaan.

Telkom akan terus meneguhkan upayanya dalam membangun budaya kerja unggul yang berlandaskan nilai BISA sebagai fondasi penting bagi Telkom untuk menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Informasi lebih lengkap mengenai program budaya Telkom bisa didapat di akun Instagram @LivinginTelkom.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau