Advertorial

Dari Rusia hingga Korea Selatan, EBIFF 2025 Bawa Panggung Dunia ke Bumi Etam

Kompas.com - 27/07/2025, 12:34 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar festival budaya berskala internasional bertajuk “East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025” di Stadion Gelora Kadrie Oening Samarinda, Samarinda, Kaltim, Jumat (25/7/2025).

Mengusung tema "Symphony of the World in East Borneo”, festival tersebut berlangsung pada Jumat hingga Selasa (29/7/2025). Adapun rangkaian acara yang digelar festibal ini, yakni kirab budaya, pentas seni, pameran, workshop tari rradisional, dan kunjungan ke sekolah-sekolah. 

Festival tahunan tersebut diikuti lima negara, lima provinsi, dan 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Adapun lima negara yang menjadi partisipan EBIFF 2025, yakni Rusia, India, Rumania, Polandia, dan Korea Selatan. 

Sementara itu, lima provinsi yang turut berpartisipasi dalam EBIFF 2025 adalah Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud (Harum) meresmikan langsung festival budaya internasional tersebut. Menurutnya, EBIFF merupakan wajah baru Kaltim sebagai pusat budaya dan diplomasi kreatif di Asia Tenggara.

Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas?ud (Harum). DOK. Pemprov Kaltim Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas?ud (Harum).

Lebih dari sekadar festival, EBIFF 2025 menjadi jembatan diplomasi antar budaya serta ruang dialog antar bangsa.

“EBIFF 2025 menjadi momen strategis untuk mempromosikan pariwisata daerah menuju kancah global,” ujar Rudy Mas’ud dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (27/7/2025).

Pada ajang tersebut, ribuan masyarakat hadir untuk menyaksikan panggung kolaborasi seni budaya dari berbagai belahan dunia yang berpadu harmonis dengan kekayaan tradisi nusantara.

EBIFF 2025, kata Gubernur Harum, sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltim dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memperkenalkan Kaltim sebagai Paradise of The East.

“Kekayaan budaya yang kita miliki tidak hanya untuk diwariskan, tetapi juga harus diaktualisasikan agar tetap relevan di tengah gempuran globalisasi dan perkembangan era digital,” tuturnya.

EBIFF 2025 diharapkan mampu menjadi magnet wisata budaya serta menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan seni tradisi di Bumi Etam.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau