Advertorial

Awas Penipuan, Modus Bukti Transaksi QRIS Palsu! Aksinya Digagalkan Penjual

Kompas.com - 30/07/2025, 11:39 WIB

KOMPAS.com – Aksi sigap seorang pedagang kelontong dalam menggagalkan penipuan menggunakan modus bukti transaksi QRIS palsu menjadi viral di media sosial.

Di video berdurasi sekitar dua menit yang beredar, terlihat seorang konsumen mencoba memperlihatkan bukti pembayaran yang diduga hasil editan.

Penjual tersebut segera menyadari kejanggalan karena tidak terdengar suara notifikasi dari fitur GoPay Spiker.

GoPay Spiker adalah fitur unggulan dari aplikasi GoPay Merchant yang memberikan notifikasi suara secara real-time saat transaksi QRIS berhasil dilakukan, lengkap dengan penyebutan nominal pembayaran.

Berkat fitur tersebut, penjual langsung menolak memberikan barang kepada konsumen yang kemudian diduga sebagai pelaku penipuan.

Dalam video tersebut, si penjual bahkan sempat menegaskan bahwa dirinya tidak bisa ditipu karena mengandalkan suara dari GoPay Spiker.

“Saya enggak bisa dibohongin, ini langsung bunyi. Nah, langsung bunyi ada CCTV. Nah kan kamu mau bodoh-bodohin, saya enggak bisa,” ujar penjual dalam video tersebut.

Video tersebut pun menuai respons positif dari warganet. Banyak warganet mengapresiasi kewaspadaan penjual dan menyoroti manfaat menggunakan sistem pembayaran digital yang dilengkapi fitur keamanan tambahan, seperti GoPay Spiker.

Menanggapi peristiwa tersebut, Head of Merchant Services GoPay Haryanto Tanjo mengatakan, GoPay senang dapat membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhindar modus penipuan bukti transaksi QRIS palsu.

“GoPay Spiker memang kami hadirkan untuk menjawab tantangan yang kerap dihadapi para pelaku usaha UMKM,” ujar Haryanto dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (29/7/2025).

Ia melanjutkan, tak sedikit pihak merasa khawatir dengan modus penipuan transaksi digital, khususnya dalam menerima transaksi via QRIS.

“Kami senang bahwa GoPay Spiker yang ditawarkan lewat aplikasi GoPay Merchant bisa membantu merchant kami terhindar dari penipuan,” katanya.

Haryanto melanjutkan, aplikasi GoPay Merchant tak hanya menghadirkan GoPay Spiker, tapi juga berbagai fitur lain yang mendukung kelancaran usaha pelaku UMKM.

Beberapa di antaranya adalah pendaftaran dan pembuatan QRIS yang mudah dan gratis, gratis biaya potongan transaksi QRIS (MDR 0 persen), fleksibilitas waktu penarikan uang hasil usaha, serta gratis pencairan dana ke bank mana pun.

Kasus viral tersebut menjadi contoh betapa penting pelaku UMKM memilih sistem pembayaran digital yang aman dan tepercaya.

Penggunaan aplikasi seperti GoPay Merchant dapat menjadi solusi untuk memperkuat keamanan transaksi digital di tengah peningkatan modus penipuan berbasis teknologi.

Selain menghadirkan fitur-fitur inovatif, GoPay juga terus berkomitmen mendukung UMKM lewat program edukasi dan literasi keuangan digital secara berkelanjutan agar pelaku usaha semakin siap menghadapi tantangan di era transaksi digital.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau