KOMPAS.com – Tingginya angka pengangguran terdidik masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional berada di angka 4,76 persen. Ironisnya, angka TPT lulusan perguruan tinggi justru lebih tinggi, yakni 5,25 persen.
Hal tersebut mencerminkan kesenjangan antara lulusan pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata pasar kerja.
Kondisi itu juga menandakan bahwa gelar akademis belum cukup untuk menjawab tantangan dunia kerja dan kepemimpinan masa depan. Dibutuhkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills yang relevan, kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, serta kesadaran sosial yang kuat.
Apalagi, di era yang volatile (bergejolak), uncertain (tidak pasti), complex (kompleks), dan ambiguous (ambigu) atau VUCA saat ini yang penuh dengan perubahan cepat serta sulit diprediksi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, organisasi filantropi independen yang berfokus di bidang pendidikan, Tanoto Foundation, kembali hadir lewat program beasiswa unggulan Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan atau TELADAN.
Program yang telah berjalan sejak 2006 itu memberikan beasiswa pendidikan tinggi kepada mahasiswa S1 dari 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation. Hingga 2024, beasiswa TELADAN telah memberikan manfaat kepada 8.559 mahasiswa.
Untuk diketahui, Tanoto Foundation didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981. Melalui program TELADAN, Tanoto Foundation mendorong lahirnya lulusan-lulusan universitas yang siap menjadi pemimpin masa depan berdampak.
Tak hanya beasiswa, program TELADAN juga memberikan kepemimpinan secara terstruktur kepada Tanoto Scholars–sebutan untuk penerima program TELADAN. Pelatihan ini diberikan mulai dari semester dua hingga semester delapan perkuliahan untuk meningkatkan kepemimpinan dan soft skills mereka.
Salah satu kegiatan penting yang menjadi perjalanan pembelajaran para penerima beasiswa adalah forum tahunan Tanoto Scholars Gathering (TSG).
Sejak pertama kali digelar pada 2010, forum itu menjadi ajang pertemuan para penerima Tanoto Scholars dari angkatan yang sama dari seluruh Indonesia untuk saling belajar, membangun jejaring, dan memperkuat kapasitas kepemimpinan.
Menjadi pemimpin dengan dampak nyata
Tanoto Scholars Gathering 2025 diselenggarakan di Komplek RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau, Kamis (24/7/2025) hingga Sabtu (26/7/2025).
Forum itu mempertemukan 291 mahasiswa penerima Tanoto Scholars dari 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation, yaitu IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan Universitas Riau.
Mengusung tema “Learn & Lead: Becoming the Champion of Good”, acara itu mengajak Tanoto Scholars untuk meneladani kepemimpinan berdampak dan berbasis keberlanjutan yang diimplementasikan dalam rangkaian kegiatan TSG 2025.
Pertama, Tanoto Scholars diperkenalkan dengan dunia kerja dan diajak untuk melihat serta mempelajari secara langsung proses sebuah bisnis berkelanjutan dibangun dan dikembangkan. Hal ini dilakukan melalui industrial visit ke unit bisnis dari grup RGE yang juga didirikan oleh Sukanto Tanoto.
Kedua, mereka juga diberikan kesempatan untuk belajar dari para pembicara ternama yang dihadirkan secara langsung, mulai dari petinggi pemerintahan, akademisi, hingga figure publik.
Tidak hanya itu, Tanoto Scholars juga mendapatkan experiential leadership workshop, seperti outbound activities yang mengasah keterampilan kerja tim, pengambilan keputusan cepat, dan pemecahan masalah.
Semua kegiatan itu bertujuan membangun Tanoto Scholars menjadi pemimpin yang memiliki soft skills yang relevan dengan dunia kerja, berjiwa kepemimpinan, dan siap memberikan dampak positif di berbagai bidang dan lingkungan tempat mereka berada.
Chief Executive Officer (CEO) Tanoto Foundation Benny Lee mengatakan, Tanoto Scholars Gathering bertujuan membentuk para penerima beasiswa TELADAN menjadi pemimpin panutan.
CEO Tanoto Foundation, Benny Lee, saat seremoni pembukaan Tanoto Scholars Gathering 2025 di Komplek RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau, Jumat (25/7/2025). “Sesuai dengan tema ‘Becoming the Champion of Good’, nilai utama yang kami tanamkan adalah setiap Tanoto Scholar harus menjadi teladan dalam berbuat kebaikan. Filosofi untuk senantiasa membawa dampak positif ini diwariskan oleh pendiri Tanoto Foundation Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto,” ujar Benny dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (28/7/2025).
Menurutnya, sebagai calon pemimpin masa depan, Tanoto Scholars tidak hanya menjadi contoh, tetapi juga harus mampu memimpin orang lain untuk berbuat baik. Mereka juga tanggung jawab untuk membawa kemajuan bagi masyarakat.
“Adik-adik semua adalah mahasiswa pilihan dari universitas masing-masing. Saya harap, manfaatkanlah kesempatan ini untuk saling berjejaring, belajar, dan berbagi wawasan dengan sesama Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia,” kata Benny kepada Tanoto Scholars.
Pada kesempatan sama, Chief Operating Officer (COO) Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Eduward Ginting berpesan agar Tanoto Scholars peserta TSG 2025 menjadi pemimpin yang berdampak.
Ia mengatakan, Tanoto Scholars adalah champions yang sudah terpilih melalui proses seleksi program TELADAN yang panjang.
“Maka, sebagai mahasiswa terpilih, adik-adik harus berdampak bukan hanya untuk lingkungan sekitar, melainkan juga untuk cakupan yang lebih luas lagi, untuk negara Indonesia. Teruslah berdampak dan menginspirasi yang lain untuk berbuat kebaikan,” pesan Eduward.
Pesan kepemimpinan dari para pemimpin
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menjadi pembicara pada hari pertama TGS 2025. Ia menekankan pentingnya memberi asupan positif kepada diri sendiri sebagai pemimpin masa depan.
“Kalian harus feeding diri kalian dengan hal-hal yang membangun. Berada di lingkungan yang positif, kelilingi diri dengan orang-orang mendukung dan sepemikiran. Perbanyak komunikasi dengan mereka yang positif dan mendukung perkembangan dan kemajuan,” ujar Veronica.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan bersama para Tanoto Scholars di acara Tanoto Scholars Gathering 2025. Veronica melanjutkan, intelektual memang salah satu faktor penting, tetapi yang hati nurani juga tidak kalah penting. Pasalnya, akal yang kuat tanpa budi yang baik merupakan hal yang percuma.
Untuk itu, ia berpesan agar para Tanoto Scholars menjadi pemimpin yang berhati nurani dan berdampak positif bagi sesama.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto yang hadir secara daring, menyampaikan orasi inspiratif yang menyentuh akar pembentukan karakter mahasiswa.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto saat mengisi salah satu sesi Tanoto Scholars Gathering 2025. Ia mengatakan, masa kuliah merupakan golden time yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pada masa kuliah, imbuhnya, mereka bisa membangun jejaring, karakter, dan visi hidup.
“Ketajaman seseorang bergantung pada sebanyak apa kemampuan yang dimiliki. Kemampuan itu bertumpu pada ketajaman analisis,” tegas Menteri Brian.
Menteri Brian juga mendorong budaya literasi sebagai dasar berpikir kritis dan kepemimpinan, serta memaparkan “12 Karakter Sukses” sebagai bekal masa depan.
Kedua belas karakter itu adalah keinginan kuat, keyakinan, sugesti diri, pengetahuan khusus, imajinasi, perencanaan terorganisasi, keputusan tegas, kerja keras, tekun, gigih, kekuatan kelompok, pikiran bawah sadar, serta otak sebagai pemancar dan penerima.
“Miliki juga sixth sense dalam mengantisipasi kesempatan dan tantangan di bidang pendidikan, sains, dan teknologi,” jelasnya.
Ia pun mengajak mahasiswa peserta TGS 2025 2025 untuk menjadi manusia yang tidak hanya baik dalam intelektual, tetapi juga berintegritas dan berdampak bagi masyarakat.
“Kita butuh orang-orang pintar yang menghasilkan terobosan dan berdampak mengubah kualitas hidup masyarakat. Tidak sekadar kompeten, tetapi juga relevan dan kontributif,” ungkapnya.
Pada hari ketiga, CEO Thisable Enterprise Angkie Yudistia berbagi pesan inspiratif tentang pentingnya menciptakan peluang. Ia bercerita bahwa kehilangan pendengaran di usia muda dan kesulitan yang dihadapi justru memacunya untuk bangkit.
Berpegang pada nasihat dosennya untuk menciptakan kesempatan di tengah kesulitan, Angkie kemudian menemukan panggilannya sebagai seorang sociopreneur.
Angkie pun berpesan agar Tanoto Scholars menjadi pemimpin masa depan yang memiliki empati, kesadaran diri, dan komitmen kuat pada kesetaraan serta mau berkolaborasi dengan semua pihak.
Mitra strategis pemerintah
Untuk diketahui, Tanoto Foundation telah lama menjadi mitra strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyiapkan generasi muda yang unggul.
Tidak hanya memberikan dukungan pendidikan, Tanoto Foundation melalui program TELADAN juga membina kepemimpinan, mendorong soft skills, dan memperkuat nilai integritas.
Hal tersebut sejalan dengan upaya kolektif Kemendiktisaintek dalam mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak serta membangun Indonesia yang berdaya saing global melalui sinergi dengan berbagai mitra pembangunan.
“Kehadiran Menteri Brian (pada TGS 2025) memberikan wawasan, penyemangat dan sumber inspirasi bagi adik-adik mahasiswa dan mendorong mereka untuk terus berkembang. Hal in ini juga yang terus kami tanamkan untuk Tanoto Scholars untuk terus belajar, terus bertumbuh, terus meningkatkan kapasitas diri. Sebab, masa depan tidak ditulis untuk kita, tapi ditulis oleh kita” ujar Anggota Dewan Penasihat Tanoto Foundation, Bernard Riedo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin.
Beasiswa TELADAN 2026 resmi dibuka
Pendaftaran program beasiswa TELADAN kembali dibuka mulai 1 Juli hingga 7 September 2025. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa semester pertama dari 10 perguruan tinggi mitra, yaitu IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, serta Universitas Riau.
Selain dukungan finansial, program TELADAN juga memberikan berbagai dukungan untuk meningkatkan kepemimpinan dan soft skills.
Dukungan itu meliputi dana tambahan untuk kompetisi, konferensi, dan sertifikasi dalam dan luar negeri. Penerima beasiswa juga juga berkesempatan mengikuti program pembelajaran jangka pendek, seperti summer course, student exchange, dan volunteering.
Kemudian, peluang magang di industri mitra, dukungan dana riset dan penelitian kolaboratif, serta akses jaringan alumni global Tanoto Foundation di Indonesia dan mancanegara.
Tahun ini, mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) juga dapat mendaftar program TELADAN selama mereka terdaftar di universitas mitra dan sedang menempuh semester pertama.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation dan pendaftaran TELADAN angkatan 2026, bisa diakses melalui link berikut bit.ly/JadiTELADAN2026.