Advertorial

Gandeng Lembaga Inkubator Daerah, LPDB Dukung Koperasi Naik Kelas

Kompas.com - 31/07/2025, 11:35 WIB

KOMPAS.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) secara konsisten mendorong koperasi-koperasi di berbagai daerah untuk naik kelas melalui program Inkubator LPDB.

Salah satu mitra LPDB dalam pelaksanaan program tersebut adalah Siger Innovation Hub dari Provinsi Lampung. Lembaga ini turut membina koperasi, mulai dari sisi kelembagaan, manajemen usaha, hingga pemasaran.

Program tersebut bertujuan menyiapkan koperasi agar mampu menjalin kerja sama bisnis yang berkelanjutan, menjaring pendanaan dari berbagai pihak, dan mengakses dana bergulir dari LPDB sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.

Salah satu koperasi yang tengah menjalani program inkubasi adalah Koperasi Produsen Srikandi Maju Bersama dari Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Ketua Koperasi Produsen Srikandi Maju Bersama Sri Wahyuni menyampaikan bahwa koperasinya telah merasakan dampak positif dari pendampingan yang diberikan oleh Siger Innovation Hub melalui program Inkubator LPDB.

"Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak pelatihan yang bermanfaat, seperti pembukuan keuangan, penyusunan laporan rapat anggota tahunan (RAT), perbaikan sistem kelembagaan koperasi, dan penyusunan rencana bisnis,” ujar Sri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (31/7/2025).

Melalui program inkubasi itu, lanjut dia, koperasi dapat memperbaiki berbagai aspek penting yang belum tertangani dengan baik.

“Dengan inkubasi, kami bisa memperbaiki apa yang belum ada di koperasi. Kami berharap, koperasi bisa lebih maju dan produksi meningkat. Produk kopi kami pun bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia,” ucap Sri.

Lewat program Inkobator LPDB, petani kopi dari Koperasi Srikandi Maju Bersama berharap, produksi dapat meningkat. Dok. LPDB Lewat program Inkobator LPDB, petani kopi dari Koperasi Srikandi Maju Bersama berharap, produksi dapat meningkat.

Saat ini, Koperasi Srikandi Maju Bersama memiliki lebih dari 300 anggota yang mayoritas adalah petani kopi.

Sebagai satuan kerja dari Kementerian Koperasi, LPDB tidak hanya berfokus pada penyaluran dana bergulir, tetapi juga pada pembinaan koperasi agar tumbuh secara sehat, profesional, dan mandiri.

Kolaborasi dengan lembaga inkubator, seperti Siger Innovation Hub, merupakan langkah konkret untuk memastikan kesiapan koperasi untuk lebih berkembang.

Untuk diketahui, program Inkubator LPDB telah dijalankan di berbagai daerah dengan menggandeng lembaga-lembaga inkubator lokal. Dengan pendekatan yang kontekstual dan berbasis kebutuhan koperasi, LPDB mendorong pembentukan ekosistem koperasi yang kuat, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen LPDB dalam mendukung koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional, khususnya dalam penguatan ekonomi desa dan sektor riil berbasis komunitas.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau