Advertorial

Dari Nol Jadi Juragan Pakan Ternak, Tommy Wavolta Buktikan KUR BRI Bisa Bawa UMKM Melesat

Kompas.com - 03/08/2025, 11:33 WIB

KOMPAS.com - Bermodal tekad dan keberanian, warga Desa Plancungan, Tommy Wavolta, membuktikan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI bisa menjadi jalan pembuka menuju kesuksesan.

Bersama sang istri, Dwi Eli Ernawati, Tommy mengelola usaha pakan ternak bernama Dara Farm. Toko ini menjadi mitra andalan bagi banyak peternak hingga ke luar daerah.

Perjalanan Tommy dalam mengembangkan usaha pun tak langsung mulus. Ia ingin membangun usaha sendiri pada 2018, tetapi terbentur keterbatasan modal. Titik terang muncul saat ia dikenalkan pada fasilitas pembiayaan KUR BRI. Dengan penuh keyakinan, ia mengajukan pinjaman yang kemudian menjadi langkah awal kesuksesan usahanya.

“Waktu awal saya benar-benar tidak punya modal. Padahal, ingin punya usaha sendiri. Akhirnya, saya diperkenalkan dengan KUR BRI,” kata Tommy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (3/8/2025).

Saat itu, ia memulai usaha gas elpiji dan beternak ayam jawa super yang dijalankan selama hampir lima tahun. Namun, seiring waktu berjalan, ia melihat peluang lebih besar di bidang peternakan kambing.

Pada 2021, Tommy mencoba beternak kambing, mulai dari empat ekor sebagai bahan belajar. Kini, jumlah ternaknya sudah mencapai hampir 60 ekor. Namun, seiring bertambahnya ternak, muncul tantangan baru, yakni kebutuhan pakan yang cukup dan terjangkau.

“Semakin banyak kambing, makin susah cari pakan. Akhirnya, saya terpikir untuk membuat pakan sendiri,” ujarnya.

Dari sana, Tommy dan sang istri mulai bereksperimen meracik pakan fermentasi dengan bahan baku limbah industri pangan, seperti ampas tahu pres dari Bekasi dan onggok (limbah tepung tapioka) dari Lampung.

Onggok merupakan limbah pengolahan tepung tapioka yang kaya karbohidrat sehingga cocok untuk pakan ternak. Bahan tambahan lain juga didatangkan dari Jawa Timur (Jatim).

“Sekali datangkan onggok dari Lampung bisa sampai 35 ton dan dikirim dua kali dalam sebulan. Ampas tahu juga bisa sampai 25 ton sebulan,” kata Dwi Eli Ernawati.

Selain bahan baku tersebut, mereka juga mendatangkan bahan pakan dari berbagai wilayah di Jatim hingga 20 ton per bulan.

Kini, produk Dara Farm telah menjadi andalan peternak di Ponorogo, Madiun, serta Pacitan. Formulasi pakannya cocok untuk berbagai jenis hewan ternak, seperti unggas, kambing, domba, dan sapi.

Setiap bulan, rata-rata produksi Dara Farm mencapai 15 ton. Untuk mendukung produksi, Tommy dibantu dua karyawan tetap dan tenaga lepas saat volume pekerjaan meningkat, terutama saat bongkar muat bahan baku. Selain membuat pakan fermentasi, ia juga menanam rumput gajah dan hijauan pakan ternak lain untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan dijual ke peternak sekitar.

Dara Farm kini tumbuh menjadi usaha terpadu yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus limbah pangan dari luar daerah. Menurut Tommy, keberhasilan usahanya tak lepas dari dukungan modal KUR BRI.

“Tanpa KUR BRI, saya mungkin tidak akan bisa memulai. Pinjaman itu yang membuat saya berani melangkah,” tuturnya.

Tak berhenti sampai di situ, Tommy kini memiliki mimpi besar. Ia bercita-cita memiliki pabrik pakan ternak dengan brand sendiri agar bisa menjangkau pasar lebih luas.

“Saya ingin punya brand pakan sendiri agar produk Dara Farm makin dikenal,” kata Tommy.

Kisah Tommy menjadi bukti konkret bahwa program KUR BRI bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan alat untuk mewujudkan mimpi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Owner Dara Farm Tommy Wavolta.Dok. BRI Owner Dara Farm Tommy Wavolta.

Bermula dari keterbatasan modal, Tommy kini menjadi salah satu pengusaha pakan ternak yang diperhitungkan di Ponorogo.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa BRI terus menunjukkan komitmennya terhadap Asta Cita Pemerintah Indonesia dengan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran KUR.

Ia menekankan pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha agar terus berkembang dan berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional.

Hingga akhir Triwulan II 2025, BRI telah menyalurkan KUR Rp 83,88 triliun atau 47,93 persen dari total alokasi KUR tahun ini, yakni Rp 175 triliun. Penyaluran ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kualitas pembiayaan.

KUR BRI terus difokuskan sebagai solusi finansial bagi pelaku UMKM untuk memperluas kapasitas usaha dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau