Advertorial

Tembus Rp 72,5 Triliun, Jabar Pertahankan Status Provinsi dengan Realisasi Investasi Terbesar

Kompas.com - 04/08/2025, 16:48 WIB

KOMPAS.com – Provinsi Jawa Barat (Jabar) tercatat sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar secara nasional. 

Hingga Juli 2025, nilai investasi yang masuk ke wilayah tersebut mencapai Rp 72,5 triliun, sebagaimana dikutip dari data resmi Kementerian Investasi/BKPM yang dirilis Selasa (29/7/2025).

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengapresiasi kerja sama lintas sektor. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan daya tarik investasi di Jabar. 

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga iklim investasi dari gangguan, hambatan infrastruktur, hingga keamanan. Hasilnya, Jabar tetap menjadi pilihan utama investor dengan nilai Rp 72,5 triliun hingga Juli 2025,” ujar Dedi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (4/8/2025).

Pemprov Jabar juga tengah mengupayakan agar investasi yang masuk memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. 

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah digitalisasi rekrutmen melalui sistem terintegrasi antara dinas tenaga kerja tingkat provinsi dan kabupaten/kota mulai Agustus 2025.

“Data pencari kerja akan terintegrasi. Perusahaan cukup mengakses database ini dan memanggil kandidat sesuai kualifikasi. Proses administrasi dilakukan setelah kandidat diterima sehingga mengurangi biaya tidak perlu bagi pencari kerja,” tambah Dedi. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Dedi Taufik mengatakan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjamin kepastian berusaha. 

“Minat investasi yang tinggi di Jabar adalah bukti bahwa regulasi, infrastruktur, dan pelayanan perizinan berjalan baik. Kami terus mempercepat perizinan dan menjaga transparansi agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Jabar,” katanya.

Pemprov Jabar pun optimistis, nilai investasi terus meningkat hingga akhir 2025, seiring dengan pertumbuhan lapangan kerja di berbagai sektor.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau