Advertorial

BRI Salurkan BSU 2025 ke 3,76 Juta Pekerja, Bantu Jaga Daya Beli di Tengah Tantangan Ekonomi

Kompas.com - 04/08/2025, 17:42 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja dan memperkuat fondasi pemulihan ekonomi nasional.

Tahun ini, BRI berhasil menyalurkan BSU senilai Rp 2,25 triliun kepada 3,76 juta rekening penerima manfaat. Penyaluran dilakukan dalam empat tahap sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menjadi dasar pelaksanaan program.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan, keberhasilan tersebut mencerminkan peran aktif BRI dalam menyukseskan program pemerintah. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI.

“Proses penyaluran BSU dilakukan secara efisien, transparan, dan tepat sasaran melalui jaringan AgenBRILink yang luas hingga pelosok desa dan pemanfaatan digital banking, seperti BRImo,” kata Riko dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (4/8/2025).

Sebagai informasi, BSU 2025 merupakan program lanjutan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mempertahankan daya beli pekerja berpenghasilan rendah.

Melalui program tersebut, pemerintah memberikan bantuan Rp 300.000 per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan. Dengan demikian, penerima mendapatkan total bantuan Rp 600.000.

Sasaran program tersebut adalah pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan atau sesuai upah minimum di masing-masing daerah. Selain pekerja formal, BSU juga mencakup 3,4 juta guru honorer di seluruh Indonesia.

Dalam menyalurkan BSU, BRI tidak hanya menyentuh aspek kuantitas, tetapi juga inklusi keuangan. Dengan lebih dari 742.000 e-channel dan 1,19 juta AgenBRILink, para penerima manfaat dapat mencairkan dana bantuan dengan mudah, termasuk di daerah terpencil yang belum terjangkau layanan bank konvensional.

Riko menambahkan, penugasan tersebut bukan hanya soal penyaluran dana bantuan, melainkan juga menyangkut kepercayaan terhadap sistem dan infrastruktur BRI yang mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan ini menjadi bagian penting dari peran BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan kesejahteraan,” ujar Riko.

BRI telah beberapa kali dipercaya pemerintah dalam penyaluran BSU. Pada 2020, BRI menyalurkan bantuan kepada 1,4 juta pekerja. Jumlah itu meningkat menjadi 3,2 juta penerima dengan total dana Rp 1,92 triliun pada 2022.

Catatan tersebut semakin menegaskan posisi BRI sebagai mitra andal pemerintah dalam sektor perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau